Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Antara Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, Dan Citra Puskesmas Dalam Penyelenggaraan Layanan JKN Di Kabupaten Tuban Sugiyono; Ilmiatus Qoyimah; Muhammad Fahrul Arifin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan, kepuasan pasien, dan citra puskesmas dalam penyelenggaraan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Tuban. Studi ini dilatarbelakangi oleh adanya variasi kualitas layanan serta persepsi masyarakat terhadap citra puskesmas, sehingga diperlukan pemahaman empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan citra lembaga kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 270 responden dari 16 puskesmas yang dipilih melalui proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen SERVQUAL, Patient Satisfaction Questionnaire (PSQ) – Modified, dan Health Care Image Questionnaire (HCIQ) – Modified. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berada pada kategori tinggi, kepuasan pasien berada pada kategori puas, dan citra puskesmas berada pada kategori baik. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien, serta keduanya memiliki hubungan signifikan dengan citra puskesmas. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akan berdampak langsung pada peningkatan kepuasan dan pada akhirnya memperkuat citra puskesmas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan konsistensi layanan, penguatan komunikasi tenaga kesehatan, serta penyediaan fasilitas yang lebih representatif. Simpulan penelitian ini adalah bahwa kualitas pelayanan dan kepuasan pasien merupakan faktor kunci yang berkontribusi dalam membentuk citra puskesmas dalam penyelenggaraan layanan JKN di Kabupaten Tuban.
Analisis Hubungan Malnutrisi, Usia Ibu, Dan Riwayat Kehamilan Terhadap Kejadian Abortus Di Puskesmas Kabupaten Tuban Ilmiatus Qoyimah; Nurus Safaah; Dwi Kurnia Purnama Sari; Nikita Welandha Prasiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.436

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi tantangan signifikan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu. Berbagai faktor, termasuk status gizi, usia ibu, dan riwayat obstetri, diketahui berkontribusi terhadap meningkatnya risiko abortus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan malnutrisi, usia ibu, dan riwayat kehamilan dengan kejadian abortus pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di seluruh wilayah kerja puskesmas se-Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh ibu hamil yang tercatat dalam pelayanan kesehatan, dengan sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis, yang mencakup variabel status gizi (IMT, KEK, dan anemia), usia reproduktif, riwayat kehamilan, serta kejadian abortus. Analisis statistik menggunakan uji koefisien kontingensi dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa malnutrisi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian abortus, baik berdasarkan indikator IMT (p = 0,000), status KEK (p = 0,004), maupun anemia (p = 0,000). Selain itu, variabel usia ibu dan riwayat kehamilan juga terbukti berkorelasi secara signifikan dengan abortus. Temuan ini memperkuat bahwa status gizi yang tidak optimal, ditambah faktor risiko kehamilan seperti usia berisiko dan riwayat abortus sebelumnya, meningkatkan probabilitas terjadinya abortus. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi gizi prakonsepsi, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemantauan kehamilan intensif sebagai strategi preventif untuk menurunkan angka kejadian abortus di Kabupaten Tuban.  
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Nifas Tentang Teknik Menyusui Dan Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir Nana Andriana; Diana Rhismawati Djupri; Ilmiatus Qoyimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.532

Abstract

Keluarga nifas berperan penting sebagai sistem pendukung ibu dalam masa nifas, terutama dalam praktik menyusui dan perawatan bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan keluarga nifas dapat berdampak pada ketidaktepatan teknik menyusui dan perawatan tali pusat bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan keluarga nifas tentang teknik menyusui dan perawatan tali pusat bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 keluarga nifas. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 9,10 dan meningkat menjadi 14,95 setelah intervensi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga nifas tentang teknik menyusui dan perawatan tali pusat bayi baru lahir.
Promoting Mental Health among Postpartum Mothers through Mindfulness Practice in Tuban Regency Ilmiatus Qoyimah; Nurus Safaah
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v3i3.510

Abstract

Postpartum mothers often experience psychological challenges such as stress, anxiety, and feelings of inadequacy, which may be intensified by the pervasive influence of social media. This community service program aimed to enhance the mental health of postpartum mothers in Tuban Regency through the application of mindfulness practices. The program employed a participatory approach involving posyandu cadres and village midwives, with a purposive sample of 30 postpartum mothers attending four weekly mindfulness sessions. Each session consisted of psychoeducation on mental health, guided mindfulness exercises, and group discussions, supported by daily home practice using audio recordings. Monitoring was conducted via a WhatsApp group, and evaluations were carried out using pre- and post-assessments with the DASS-21 instrument and participant feedback surveys. The results showed notable improvement in mental health outcomes: moderate stress decreased from 40% to 15%, mild anxiety from 30% to 10%, and mild depression from 10% to 3%, while normal conditions increased from 20% to 72%. Participants reported greater calmness, self-awareness, and emotional stability. In conclusion, mindfulness practice was found to be an effective and practical approach to improving the mental health of postpartum mothers, with strong potential for integration into community health services.
Stigma Dan Miskonsepsi Remaja Terhadap ODHA: Kajian Kualitatif Tentang Persepsi Penularan, Pengobatan, Dan Akses Layanan HIV Ilmiatus Qoyimah; Sinta Anggariyanti; Ni’mah Mufidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.694

Abstract

Stigma dan miskonsepsi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih menjadi permasalahan yang signifikan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi stigma dan miskonsepsi remaja terhadap ODHA di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 20 siswa/siswi SMA/sederajat. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dengan tahapan open coding, kategorisasi, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu stigma terhadap ODHA, miskonsepsi penularan HIV, kurangnya pemahaman tentang pengobatan HIV, serta keterbatasan pengetahuan mengenai layanan skrining HIV. Stigma terhadap ODHA ditunjukkan melalui perilaku menghindar dan ketakutan berinteraksi yang didasari oleh persepsi risiko yang tidak tepat. Miskonsepsi penularan HIV masih tinggi, di mana responden memiliki pemahaman yang terbatas dan keliru terkait cara penularan HIV. Selain itu, sebagian besar responden belum memahami adanya terapi antiretroviral (ARV) dan menganggap HIV sebagai penyakit yang tidak dapat diobati. Keterbatasan pengetahuan mengenai layanan skrining HIV juga terlihat dari ketidaktahuan responden terkait lokasi dan prosedur pemeriksaan HIV. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya stigma dan miskonsepsi terhadap ODHA di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang komprehensif, akses informasi yang lebih luas, serta penguatan program sosialisasi HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Optimization of Digital-Based Outpatient Administrative Service Systems to Improve Patient Satisfaction in Hospitals in Sidoarjo City Martianawati; sugiyono; ilmiatus qoyimah
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/frsdd468

Abstract

The rapid development of digital technology has encouraged hospitals to improve the quality and efficiency of outpatient administrative services. However, many hospitals still experience problems related to long waiting times, inefficient administrative processes, and limited utilization of digital systems, which may affect patient satisfaction. This community service program aimed to optimize the implementation of digital-based outpatient administrative service systems to improve service quality and patient satisfaction in hospitals in Sidoarjo City. The program was conducted using a participatory approach through training, mentoring, and evaluation activities involving hospital administrative staff. The activities included education on online registration systems, electronic medical records, digital queue management, and patient-centered administrative services. Direct mentoring was also provided to assist participants in implementing digital systems in daily administrative activities. Program evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments, observations, and patient satisfaction questionnaires. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills regarding digital administrative services. The implementation of digital systems contributed to reduced patient waiting times, improved efficiency in administrative workflows, better accuracy of patient data management, and increased patient satisfaction with outpatient services. Participants also demonstrated greater confidence and readiness in utilizing digital technology within hospital administrative processes. In conclusion, the optimization of digital-based outpatient administrative service systems effectively improved the quality and efficiency of outpatient services in hospitals in Sidoarjo City. Continuous training, infrastructure support, and regular system evaluation are recommended to ensure sustainable implementation and further enhancement of patient satisfaction.
Optimizing Hospital Health Promotion Through Digital Educational Media in Tuban Dwi Kurnia Purnama Sari; sugiyono; ilmiatus qoyimah; Adibah Enggar
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/7jrvws86

Abstract

Hospital Health Promotion plays an important role in improving public health literacy and supporting preventive healthcare services. However, health promotion activities in several hospitals in Tuban are still predominantly conducted using conventional methods, resulting in limited effectiveness and accessibility of health information. This community service program aimed to optimize hospital health promotion through the utilization of digital educational media. The program was implemented using a participatory and educational approach involving healthcare workers, hospital health promotion staff, and hospital management. The activities consisted of preliminary assessment, development of digital educational media, training and mentoring sessions, implementation of digital health promotion, and evaluation. The digital media developed included educational videos, digital posters, social media content, and QR code–based educational materials. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills regarding the utilization of digital media for health promotion activities. Healthcare workers were able to develop and use digital educational content effectively within hospital services. Patients and visitors also demonstrated positive responses toward the use of digital educational media because the information was considered more attractive, interactive, and easier to access compared to conventional methods. In addition, digital media contributed to improving the consistency and efficiency of health education delivery in hospitals. In conclusion, optimizing hospital health promotion through digital educational media can enhance healthcare workers’ competencies, improve public access to health information, and support the improvement of healthcare service quality. Continuous training and institutional support are necessary to ensure the sustainability of digital-based health promotion programs in hospitals.
ANEMIA CALON PENGANTIN (CATIN) DAN TRIMESTER 1 SEBAGAI FAKTOR RESIKO KEK PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS PRAMBONWETAN TUBAN Erna Eka Wijayanti; Nurus Safaah; Miftahul Munir; ilmiatus qoyimah
Jurnal Kebidanan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Kebidanan (JBd)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jbd.v6i1.826

Abstract

Nutritional deficiency during pregnancy can lead to Chronic Energy Deficiency (CED) and stunting. In Indonesia, the high rate of anemia among women of childbearing age significantly contributes to this nutritional crisis. This study aims to analyze the relationship between anemia during the preconception period (catin) and the first trimester of pregnancy with the incidence of CED in primigravida pregnant women at the Prambonwetan Community Health Center, Tuban. This quantitative study employed a cross-sectional design. Samples were selected using simple random sampling via random.org. The independent variables were anemia during the catin period and the first trimester, while the dependent variable was the incidence of CED in primigravida mothers. Data were gathered from medical records, catin registers, and integrated ANC books, then analyzed using the Spearman's rank correlation via SPSS version 26. The Spearman’s rank test analysis revealed a significant relationship, with a value of P < 0,001, leading to the rejection of $H_0$ and acceptance of $H_1$. Statistically, there is a strong correlation between anemia during the catin period and first-trimester pregnancy with the incidence of CED in primigravida mothers. Anemia experienced during both the preconception stage and early pregnancy is significantly associated with the occurrence of CED in first-time pregnant women. Pregnant women and future brides are strongly encouraged to consume balanced nutrition and routinely take blood supplement tablets (Fe) to prevent anemia and lower the risk of CED