Adriwati
Politeknik STIA LAN Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Kemitraan Pemerintah dan Masyarakat dalam Kebijakan Pengendalian Demam Berdarah di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta Luki Karunia; Adriwati
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 7, No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik STIA LAN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/jbest.v7i2.986

Abstract

Masih banyak Jumantik yang menemui masalah komunikasi di lapangan, adanya penolakan dari masyarakat setempat pada saat pemeriksaan dan pemantauan DBD, tentunya akan mempengaruhi kinerja pencapaian program penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalrahan Semanu Kabupaten Gunung Kidul. Oleh karena itu perlu mengkaji Partisipasi Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Demam Berdarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di Kalurahan Semanu Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DI Yogyakarta. Teknik pengumpulan data berupa: wawancara, observasi dan telaah dokumen. Wawancara dilakukan dengan Pejabat di Dinas Kesehatan Gunung Kidul, Pejabat di Kelurahan Semanu, Ketua RW, Ketua RT, dan Masyarakat di wilayah Kelurahan Semanu. Pengolahan data dilakukan melalui tahapan: (a) Mengklasifikasi materi data hasil wawancara, observasi dan telaah dokumen; (b) Mengolah data berdasarkan keterkaitan antar komponen; (c) Merangkum, memilih hal-hal yang pokok, mencari polanya (d) Mendeskripsikan secara keseluruhan dan sistematik keterkaitan antar satuan-satuan gejala tersebut, menafsirkan partisipasi masyarakat dalam penanganan DBD. Hasil penelitian: ditinjau dari aspek komunikasi, diketahui bahwa alur komunikasi dilakukan secara dua arah (top down dan button up) antara pihak aparat dengan warga masyarakat. Untuk aspek perubahan sikap, harus ada kerja bersama antara aparat, warga dan seluruh komponen yang ada untuk secara kontinyu memberikan pemahaman tentang penyakit DBD sehingga bisa ada perubahan sikap, perilaku dan tingkah laku. Kesadaran masyarakat dalam penanggulangan penyakit DBD di Kelurahan Semanu sudah cukup baik. pada dasarnya kesediaan masyarakat untuk andil dalam penanggulangan penyakit DBD adalah karena merupakan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Aspek rasa tanggungjawab akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sudah tumbuh pada warga masyarakat Kalurahan Semanu, walaupun masih ada yang disebabkan adanya ajakan atau karena sesuatu hal sehingga rasa tanggungjawab itu muncul. Dari petugas/aparat melakukan kerja sama lintas sektor, memberikan info-info terkait DBD melalui kerjasama dalam monitoring PSN, penyuluhan maupun melalui media sosial. Adanya anggaran, honor dan alat kerja untuk kader jumantik juga bukti tanggung jawab pemerintah, untuk memberikan reward kepada kader jumantik sehingga kinerjanya lebih meningkat lagi. Keywords: partisipasi masyarakat; demam berdarah dengue; local government policy
FINANCIAL LITERACY AND FOMO ON GENERATION Z’S STOCK INVESTMENT DECISIONS IN JAKARTA Ahmad Faris Maulana; Adriwati
Jurnal Manajemen dan Bisnis Performa Vol. 23 No.2 (2026)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v23i2.11249

Abstract

Generation Z accounts for 54.69% of Indonesia's capital market investors, yet prior studies on financial literacy and Fear of Missing Out (FOMO) rely largely on student samples allocating hypothetical rather than real capital, leaving unclear whether these effects hold among investors with actual funds at risk. This study addresses that gap using active Generation Z clients of PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia in Jakarta, testing the Theory of Planned Behavior's perceived-behavioral-control and subjective-norm constructs in a real-money retail investor context. A quantitative causal-associative design was applied using multiple linear regression on 130 respondents selected through purposive sampling, with instrument validity and reliability confirmed beforehand. Financial literacy showed a significant partial effect on investment decisions (t = 7.306; Sig. = 0.000), while FOMO behavior did not (t = -0.456; Sig. = 0.649), though both jointly exerted a significant effect (F = 27.064; Adjusted R2 = 0.288). The non-significant, negatively signed FOMO coefficient contrasts with the positive coefficients reported in student-sample studies, suggesting genuine capital exposure changes how FOMO operates rather than eliminating its relevance. This nuances the assumed universality of subjective norm in predicting investment behavior, and implies securities firms should prioritize literacy-building interventions over generic anti-FOMO messaging.