Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Stigmatisasi Sosial Terhadap Kondisi Psikologis Anak Berhadapan Dengan Hukum Dhea Febria Rahman; Gina Indah Permata Nastia
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2026): 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.292-296

Abstract

Stigmatisasi sosial terhadap anak berhadapan dengan hukum mengancam kesehatan mental mereka dalam sistem peradilan pidana anak Indonesia yang menganut restorative justice berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian menggunakan systematic literature review terhadap jurnal terindeks (2021-2026) dan analisis konten kualitatif terhadap 100 postingan media sosial kasus Jawa Barat (2023-2025). Penelitian ini mengidentifikasi pola stigmatisasi digital, menganalisis dampaknya, serta merumuskan rekomendasi kebijakan. Temuan menunjukkan ketidakefektifan Pasal 29 undang-undang tersebut dalam melindungi identitas anak dari cyberstigma yang memicu depresi dan kecemasan, dengan paparan online sebagai moderator utama gangguan psikologis. Penelitian menghasilkan model intervensi hukum-psikologis berbasis komunitas untuk reintegrasi sosial hingga 2030.
Analisis Perilaku Panic Buying dan Pengaruhnya terhadap Stabilitas Anggaran Belanja Rumah Tangga Dhea Febria Rahman; Yani Achdiani
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dwq37d08

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena panic buying dan dampaknya terhadap stabilitas anggaran rumah tangga di Indonesia saat krisis pandemi COVID-19, kelangkaan minyak goreng 2022, dan pemilu 2025. Fokus studi diarahkan pada masyarakat berpenghasilan rendah di Bandung. Menggunakan metode studi literatur dari 25 sumber periode 2021-2026, ditemukan bahwa kecemasan kolektif akibat konten media sosial seperti WhatsApp dan TikTok merupakan pemicu utama perilaku tersebut. Fenomena ini menciptakan efek bandwagon di komunitas lokal, di mana aksi menimbun satu keluarga memengaruhi tetangga sekitar secara sistematis dan masif. Hasil analisis menunjukkan bahwa panic buying mengganggu arus kas domestik secara signifikan, sehingga alokasi dana pendidikan dan kesehatan teralihkan untuk stok barang esensial. Realokasi ini memicu pola konsumsi kompulsif dan meningkatkan risiko utang, serta menurunkan daya beli. Penelitian merekomendasikan penguatan literasi keuangan aturan 50/30/20, verifikasi berita melalui OJK, penyediaan dana darurat tiga bulan, serta regulasi batas pembelian ritel untuk memitigasi dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat luas di Indonesia.