Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ukhuwah and Friendship as Spiritual Social Capital in Improving Subjective Well-Being and Mental Health: An Integrative Conceptual Study of Islamic Perspectives Abul A’la Al Maududdi; Fitriani Sehuwaky; Nella Ika Puspa Dewi; Fabby Azhezinova
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 7 No. 3 (2026): Devotion: Journal of Community Research
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v7i3.25649

Abstract

Modernization and urbanization have changed the patterns of social relations in society and contributed to the increase in mental health problems, especially in urban Muslim communities. The dominant clinically oriented approach to mental health is considered suboptimal without the integration of social and spiritual dimensions. This research aims to analyze the role of ukhuwah and friendship as spiritual social capital in improving the subjective well-being and mental health of the Muslim community. The method used is an integrative literature review conducted by analyzing reputable scientific publications, global health reports, and classical and contemporary Islamic literature. The results of the study show that ukhuwah strengthens social identity, spiritual solidarity, and a sense of belonging in the community, while communal gathering improves the quality of interpersonal communication and emotional support. Both form a spiritual social capital that contributes significantly to increased life satisfaction, emotional stability, and a reduced risk of mental health disorders. These findings are in line with the Harvard Study of Adult Development, which confirms that the quality of social relationships is a major predictor of long-term happiness and health. This study concludes that strengthening ukhuwah and friendship can serve as a community-based promotive-preventive strategy in the promotion of mental health within the Muslim community.
Profil Organisasi dan Kontribusi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok dalam Pembangunan Masyarakat Islam Berkemajuan Abul A’la Al Maududdi; Entin Sumartini; Yusrina Nur Rahma
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fzaj3z74

Abstract

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok telah berkiprah sejak tahun 1960 dalam mengembangkan dakwah dan amal usaha sebagai upaya mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil organisasi, struktur kepemimpinan, serta kontribusi PDM Kota Depok melalui pengelolaan amal usaha di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi pada periode 2022–2027. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi organisasi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap profil resmi organisasi, dokumen keputusan Muktamar dan Musyawarah Wilayah, serta data statistik amal usaha Muhammadiyah di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDM Kota Depok memiliki struktur organisasi yang komprehensif, terdiri atas 8 Pimpinan Cabang dan 47 Pimpinan Ranting. Amal usaha yang dikelola meliputi 60 masjid dan musholla, 32 lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA/MA, dua fasilitas kesehatan PKU, panti asuhan, serta layanan ekonomi berbasis syariah. Kekuatan utama organisasi terletak pada sektor pendidikan yang telah berkembang secara berkelanjutan sejak tahun 1958. Namun demikian, persyarikatan masih menghadapi tantangan berupa kompleksitas pengelolaan organisasi dan kebutuhan akan transformasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDM Kota Depok telah memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan masyarakat melalui integrasi penguatan internal organisasi dan pelaksanaan program eksternal yang berdampak luas. Oleh karena itu, penguatan tata kelola, percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan, serta optimalisasi teknologi informasi direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan dan relevansi gerakan Muhammadiyah di Kota Depok.