Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pegawai Sekertariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Entin Sumartini; Ernyasih Ernyasih
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus: Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i3.777

Abstract

This study aims to identify factors associated with work stress among employees of the Secretariat General of the Indonesian House of Representatives, particularly individual characteristics, workload, and social support. This study uses a cross-sectional design with a quantitative approach. The study sample consisted of 370 employees of the Secretariat General of the Indonesian House of Representatives, selected using stratified random sampling. Data analysis was conducted using the Chi-Square test for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. The results of the study indicate that 53.8% of employees experience high work-related stress. Individual characteristics (age, gender, education, length of service) do not show a significant relationship with work-related stress (p > 0.05). Workload has a very significant and perfect relationship with work-related stress (X² = 370,000; p < 0.001; Cramer's V = 1.000). Social support showed a highly significant negative relationship with work-related stress: support from superiors (OR = 5.65; p < 0.001), support from colleagues (OR = 5.72; p < 0.001), and support from family (OR = 5.89; p < 0.001). Workload is the primary predictor of work-related stress, while social support acts as a protective factor. Individual characteristics do not have a significant impact in the context of the Indonesian House of Representatives, indicating the dominance of situational factors. Recommendations: The implementation of a real-time workload monitoring system, supportive supervisor development programs, and strengthening social support through team-building activities and Employee Assistance Programs are needed to reduce work-related stress among employees.
Profil Organisasi dan Kontribusi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok dalam Pembangunan Masyarakat Islam Berkemajuan Abul A’la Al Maududdi; Entin Sumartini; Yusrina Nur Rahma
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fzaj3z74

Abstract

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok telah berkiprah sejak tahun 1960 dalam mengembangkan dakwah dan amal usaha sebagai upaya mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil organisasi, struktur kepemimpinan, serta kontribusi PDM Kota Depok melalui pengelolaan amal usaha di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi pada periode 2022–2027. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi organisasi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap profil resmi organisasi, dokumen keputusan Muktamar dan Musyawarah Wilayah, serta data statistik amal usaha Muhammadiyah di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDM Kota Depok memiliki struktur organisasi yang komprehensif, terdiri atas 8 Pimpinan Cabang dan 47 Pimpinan Ranting. Amal usaha yang dikelola meliputi 60 masjid dan musholla, 32 lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA/MA, dua fasilitas kesehatan PKU, panti asuhan, serta layanan ekonomi berbasis syariah. Kekuatan utama organisasi terletak pada sektor pendidikan yang telah berkembang secara berkelanjutan sejak tahun 1958. Namun demikian, persyarikatan masih menghadapi tantangan berupa kompleksitas pengelolaan organisasi dan kebutuhan akan transformasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDM Kota Depok telah memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan masyarakat melalui integrasi penguatan internal organisasi dan pelaksanaan program eksternal yang berdampak luas. Oleh karena itu, penguatan tata kelola, percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan, serta optimalisasi teknologi informasi direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan dan relevansi gerakan Muhammadiyah di Kota Depok.
Integrasi Nilai Islam dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Kajian Maqasid Syariah dan Landasan Normatif Al-Quran Abul A&#039;la Al Maududi; Entin Sumartini; Yusrina Nur Rahma
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/csnz6z13

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia yang mencapai 462.241 kasus pada tahun 2024 mengindikasikan bahwa pendekatan teknis-regulatif semata belum mampu membangun budaya keselamatan kerja yang komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan ke dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) guna memperkuat motivasi intrinsik pekerja dalam mematuhi prosedur keselamatan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif (integrative literature review) terhadap ayat-ayat Al-Quran, hadis sahih, dan penelitian empiris terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memiliki fondasi normatif yang sangat kuat untuk K3, yang tercermin dari QS. Al-Baqarah: 195 yang melarang tindakan membiarkan diri terpapar bahaya, kaidah fiqih "la dharara wa la dhirara", serta kerangka Maqasid Syariah yang mencakup perlindungan jiwa (hifzh al-nafs), harta (hifzh al-mal), dan akal (hifzh al-aql). Integrasi dimensi spiritual ini diproyeksikan mampu menciptakan kepatuhan K3 yang bersumber dari kesadaran keimanan, bukan sekadar ketakutan terhadap sanksi. Mengingat lebih dari 87 persen tenaga kerja Indonesia beragama Islam, pendekatan ini memiliki potensi dampak yang sangat besar dalam upaya penurunan angka kecelakaan kerja secara nasional.