Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini melalui penerapan metode proyek dengan memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran di TKN Pembina Dewi Kayangan Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengikuti model Kemmis dan MC Taggart dan dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A2 yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar anak dari pra tindakan hingga akhir siklus II. Pada pra siklsus, sebagian besar anak meiliki minat belajar yang rendah dan dari 13 anak hanya 3 anak yang tuntas dengan nilai 70 serta secara klasikal hanya mencapai 23,07%. Pada siklus I terdapat 8 anak yang tuntas dengan nilai yang bervariasi dan secara klasikal mencapai 61,53%. Sedangkan pada siklus II, semua anak dikatakan tuntas baik secara individu maupun secara klasikal. Dengan kata lain, pada siklus II ini 100% tuntas secara individual dari ketuntasasan maksimal mencapai 70, dan tuntas secara klasikal dengan ketuntasan 80%.Penerapan metode proyek memungkinkan anak terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, mengembangkan kreativitas, kolaborasi, serta tanggung jawab melalui kegiatan membuat proyek dari barang bekas, seperti telepon dari gelas plastik dan kereta dari kardus serta tutup botol. Anak menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi, fokus dalam kegiatan, serta partisipasi aktif yang meningkat selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, metode proyek berbasis barang bekas terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar anak usia dini.