Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan koperasi MTS Muhammadiyah 2 Dukun melalui edukasi digitalisasi keuangan dan analisis pola transaksi Zahid Anugrah Muzaffar Rana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38691

Abstract

AbstrakKoperasi sekolah MTs Muhammadiyah 2 Dukun menghadapi tantangan manajerial berupa sistem keuangan manual dan stagnasi penjualan akibat terbatasnya kompetensi digital pengurus. Program pengabdian ini bertujuan mentransformasi tata kelola koperasi melalui digitalisasi keuangan dan revitalisasi pemasaran berbasis data. Metode yang diterapkan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) terintegrasi dengan service-learning selama satu bulan. Intervensi difokuskan pada pelatihan aplikasi Money Manager dan Microsoft Excel untuk akuntabilitas laporan keuangan, serta implementasi Market Basket Analysis (MBA) menggunakan algoritma Apriori guna mengevaluasi pola belanja siswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kompetensi teknis pengurus yang divalidasi melalui skor post-test. Pemrosesan 250 data transaksi mengungkap korelasi pembelian yang kuat, menjadi dasar perumusan strategi bundling "Kenyang Manis Gurih" dan "Segar Ceria" dengan nilai confidence 54,8%. Pada akhirnya, integrasi literasi digital dan analitik data sukses mengubah koperasi dari sistem konvensional menjadi ekosistem bisnis sekolah yang modern, transparan, dan berdaya saing tinggi. Kata kunci: digitalisasi keuangan; koperasi sekolah; market basket analysis; metode ABCD; strategi bundling. Abstract The school cooperative at MTs Muhammadiyah 2 Dukun faces managerial challenges, including manual financial recording and stagnant sales due to limited digital competence. This community service program aims to transform the cooperative's management through financial digitalization and data-driven marketing. Using the Asset-Based Community Development (ABCD) method integrated with Service-Learning over a one-month mentoring period, the intervention focused on training administrators in Money Manager and Microsoft Excel for financial accountability. Additionally, Market Basket Analysis (MBA) using the Apriori algorithm was implemented to evaluate student purchasing patterns. Results showed a significant improvement in administrators' technical competencies, validated by post-test scores. Processing 250 transaction records revealed strong purchasing correlations, forming the empirical basis for the "Kenyang Manis Gurih" and "Segar Ceria" product bundling strategies with a 54.8% confidence value. Ultimately, integrating financial digital literacy and data analytics successfully shifted the cooperative into a modern, transparent, and competitive school business ecosystem. Keywords: financial digitization; school cooperatives; market basket analysis; ABCD method; bundling strategy.
Manajemen Risiko Kegagalan Vendor pada Tender Pengadaan Material Menggunakan Metode House of Risk: Studi Kasus: PT XYZ Zahid Anugrah Muzaffar Rana
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1645

Abstract

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran krusial, namun PT XYZ menghadapi inefisiensi pengadaan akibat tingginya tingkat kegagalan vendor. Sepanjang tahun 2024, tercatat 20 insiden kegagalan kualifikasi yang memicu tender ulang dan mengganggu kelancaran operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan agen penyebab risiko (risk agent) serta merumuskan strategi mitigasi yang presisi. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan mengintegrasikan kerangka kerja House of Risk (HOR). Pengumpulan data melibatkan kuesioner dan validasi pakar pengadaan perusahaan. Hasil HOR Fase 1 mengidentifikasi 14 kejadian risiko dan 18 agen risiko. Berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) dan prinsip Pareto, dua akar penyebab utama adalah ketiadaan pengecekan ulang kelengkapan dokumen (A7) dan tidak adanya pemantauan masa berlaku dokumen kualifikasi (A6). Selanjutnya, HOR Fase 2 merumuskan lima usulan mitigasi preventif. Berdasarkan evaluasi rasio Effectiveness to Difficulty, rekomendasi prioritas utama bagi manajemen adalah penerapan sistem dual checking sebelum dokumen diunggah, didukung pemasangan notifikasi pengingat otomatis. Berdasarkan hasil diskusi dan validasi pakar, implementasi strategi mitigasi yang diusulkan diproyeksikan mampu menurunkan total potensi risiko sebesar 30% dari kondisi eksisting. Kesimpulannya, pengintegrasian validasi administratif berlapis dan digitalisasi kontrol dokumen terbukti krusial untuk mereduksi angka kegagalan kualifikasi, mencegah pemborosan akibat re-tender, dan menjamin keandalan sistem rantai pasok.