Ira Suryanis
Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Mothers' Knowledge on Initial Management of Febrile Seizure Emergencies in Toddlers at Home Afrah Diba Faisal; Ira Suryanis; Epi Satria; Nirmala Sari; Hendri Devita
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i2.360

Abstract

Febrile seizures are a common emergency in toddlers and carry the risk of complications if initial treatment at home is inadequate. Mothers' knowledge plays a crucial role in determining the first course of action when a child experiences a febrile seizure. This study aims to analyze mothers' knowledge regarding the initial emergency treatment of febrile seizures in toddlers at home. The study used a qualitative design with a descriptive phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews using a semi-structured guide with 12 mothers with toddlers with a history of febrile seizures in the Alai Community Health Center, Padang City, selected using purposive sampling. Data analysis was conducted thematically. The results revealed two main themes: not knowing what to do and doing whatever comes to mind. The first theme describes mothers' panic and lack of knowledge in dealing with febrile seizures, while the second theme reflects spontaneous actions taken by mothers, including taking the child to a health facility or performing other treatments that do not fully meet standards. This study concluded that mothers' limited knowledge and panic influence the inaccuracy of initial treatment of febrile seizures. Therefore, improved health education for families is needed to improve preparedness and appropriate treatment of febrile seizures in toddlers
Skrining Anemia dan Edukasi Pemanfaatan Probiotik pada Ibu Hamil Berisiko Stunting di Puskesmas Anak Air Kota Pad Rinita Amelia; Rosmaini; Ade Teti Vani; Efriza; Sri Wahyuni; Ira Suryanis
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.216

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil di Kota Padang merupakan masalah kesehatan yang serius, dengan prevalensi yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti status ekonomi rendah, kurangnya pengetahuan gizi, dan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi suplemen zat besi berkontribusi terhadap tingginya angka anemia. Anemia pada kehamilan di Padang dapat menyebabkan komplikasi baik pada ibu maupun janin, sehingga memerlukan perhatian khusus melalui peningkatan intervensi nutrisi dan akses ke perawatan antenatal. Salah satu komplikasi Anemia dalam kehamilan adalah resiko kelahiran anak stunting. Tujuan: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini anemia pada Ibu hamil melalui serangkaian kegiatan edukasi dan skrining menggunakan alat Easy Touch. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang upaya pencegahan serta penanganan dini anemia melalui asupan probiotik susu kambing. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Anak Air yang melibatkan kader-kader Posyandu dan bidan yang berada di wilayah kerja puskesmas anak air. Proses skrining meliputi pemeriksaan konsentrasi hemoglobin menggunakan alat Easy Touch, yang dilakukan dengan prosedur pengambilan sampel darah melalui tusuk jari dan analisis hasil secara cepat dan akurat. Selain itu, kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang, pemanfaatan probiotik dan pencegahan anemia dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran serta perubahan perilaku hidup sehat pada ibu hamil. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat tentang deteksi dini anemia pada ibu hamil ini merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil yang beresiko terhadap lahirnya anak stunting. Keterlibatan berbagai stakeholder dan pendekatan intervensi yang komprehensif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengembangan program kesehatan yang lebih luas di masa mendatang.