Saeful Amin
Program Studi Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kimia Medisinal dalam Pengembangan Obat Modern: Dari Senyawa Alami hingga Rekayasa Molekuler Saeful Amin; Adinda Laisya Ramadani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i3.268

Abstract

Kimia medis memainkan peran penting dalam pengembangan obat-obatan modern, dengan fokus pada penemuan, desain, dan pengoptimalan senyawa kimia untuk penggunaan terapeutik. Bidang ini telah berkembang secara signifikan, memanfaatkan kemajuan dalam kimia komputasional dan rekayasa molekuler untuk meningkatkan kemanjuran kandidat obat. Senyawa alami, seperti Antimycin A3 dan asam galat, telah dimodifikasi untuk meningkatkan potensi terapeutiknya terhadap penyakit seperti kanker payudara dan malaria. Lebih jauh lagi, integrasi teknologi nanopartikel telah merevolusi sistem penghantaran obat, memungkinkan terapi terarah yang meminimalkan efek samping sekaligus memaksimalkan kemanjuran pengobatan. Artikel ini mengeksplorasi kontribusi kimia medis terhadap pengembangan obat, menyoroti pentingnya hubungan struktur-aktivitas, modifikasi molekuler, dan metode penghantaran inovatif dalam mengatasi tantangan kesehatan kontemporer. Hasi: Kimia medisinal memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan ilmu farmasi modern. Melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan kimia organik, biokimia, farmakologi, dan teknologi nano, bidang ini mampu menciptakan senyawasenyawa obat yang lebih efektif, aman, dan spesifik terhadap target biologis. Senyawa alami masih menjadi titik awal yang penting dalam pencarian obat baru, tetapi tantangan seperti rendahnya bioavailabilitas dan toksisitas sering kali memerlukan modifikasi struktur molekul untuk mengoptimalkan efektivitasnya.
Review Artikel: Studi Penambatan Molekuler Senyawa Alami sebagai Kandidat Terapi Kanker Serviks Rio Anggi Setiawan; Saeful Amin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i3.274

Abstract

Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan global dengan 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian setiap tahun. Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18 merupakan penyebab utama melalui onkoprotein E6 dan E7 yang menginaktivasi gen supresor tumor. Meskipun pengobatan kanker serviks telah mengalami kemajuan, pilihan terapi pada stadium lanjut masih terbatas dan sering menghadapi tantangan resistensi obat serta efek samping. Studi ini mengkaji penggunaan metode penambatan molekuler (molecular docking) untuk mengidentifikasi senyawa potensial sebagai terapi kanker serviks dengan melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur ilmiah. Hasil penelusuran menunjukkan beberapa senyawa seperti Neoechinulin, Galangin, Belisnostat, Asarinin, dan Thizolo memiliki afinitas ikatan yang tinggi terhadap protein HPV-16 L1, E6, dan E7 dengan nilai energi ikatan bebas berkisar -7,2 hingga -8,9 kcal/mol. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan kandidat obat multitarget berbasis senyawa alami yang berpotensi menjadi alternatif terapi kanker serviks dan menjustifikasi penelitian lanjutan secara in vitro maupun in vivo.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PASIEN RAWAT JALAN RSUD BERKAH KABUPATEN PANDEGLANG MELALUI EDUKASI BEYOND USE DATE Saeful Amin; Abi Solihin; Aris Wiranata; Sri Rosmayani Sinarmata; Suhartini Suhartini; Yuliani K. S.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.41242

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga pasien rawat jalan di RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang mengenai konsep Beyond Use Date (BUD) obat. BUD adalah batas waktu penggunaan obat setelah setelah kemasan dibuka, diracik, atau dipindahkan, yang seringkali tidak dipahami oleh masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukasi dengan media lembar informasi (leaflet) dan evaluasi kegiatan edukasi menggunakan desain pretest – posttest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan pada 32 mitra yang terdiri dari atas pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan obat di ruang tunggu instalasi farmasi RSUD Berkah Kabupaten Pandelang mengenai BUD, instrumen evaluasi terdiri dari 10 soal yang diberikan sebelum dan sedudah kegiatan edukasi… Hasil menunjukan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan: nilai rata-rata pretest sebesar 45% meningkat menjadi 77,19% pada posttest. Persentase mitra dengan pengetahuan kategori “baik₝ juga naik drastis dari 9,38% menjadi 62,50%. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan edukasi yang sederhana dan interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran pasien tentang pentingnya BUD untuk keamanan dan efektivitas pengobatan.Abstract: This community service activity aims to improve the understanding of outpatients and their families at RSUD Berkah Pandeglang Regency regarding the concept of medication Beyond Use Date (BUD). BUD is the safe period for using medication after the original packaging has been opened, compounded, or transferred, which is often not well understood by the public. The activity was conducted using educational counseling with leaflet media, and The educational activity was evaluated using a pretest-posttest design to measure changes in knowledge among 32 community partners, consisting of patients and patients’ family members who were waiting for medication services in the waiting room of the Pharmacy Department at Berkah Regional General Hospital, Pandeglang Regency, regarding Beyond Use Date (BUD). The evaluation instrument consisted of 10 questions administered before and after the educational activity.. The results showed a highly significant improvement in understanding: the average pretest score of 45.00% increased to 77.19% in the posttest. The percentage of mitrats with "Good" knowledge also rose sharply from 9.38% to 62.50%. This activity proves that simple and interactive educational counseling is effective in raising patients' awareness regarding the importance of BUD for medication safety and therapeutic effectiveness.