Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN INFRASTRUKTUR HIJAU MELALUI EDUKASI DAN PENERAPAN LUBANG BIOPORI DAN KOMPOSTER RUMAH TANGGA DI KAWASAN PERKOTAAN RW 18 GRAHA RANCAMANYAR KABUPATEN BANDUNG Raden Herdian Bayu Ash Siddiq; Asep Setiawan; Azis Ali Wibowo; Bambang Eko Widyanto; Fuad Hasan; Yanyan Agustian
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7002

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat RW 18 Graha Rancamanyar Kabupaten Bandung adalah minimnya edukasi dan fasilitas pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga, kurangnya ruang resapan air, serta tingginya timbulan sampah organik. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga RW 18 Graha Rancamanyar, Kabupaten Bandung dalam menerapkan teknologi infrastruktur hijau sederhana melalui pembuatan lubang biopori dan komposter rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam lima tahap: (1) koordinasi awal dan sosialisasi, (2) edukasi lingkungan dan penyuluhan, (3) pelatihan pembuatan biopori dan komposter, (4) implementasi dan pendampingan rumah tangga, serta (5) evaluasi dan refleksi partisipatif. Teknologi yang diperkenalkan dirancang sederhana, murah, dan memanfaatkan bahan daur ulang seperti pipa paralon dan ember bekas. Hasil survei menunjukkan bahwa 85% peserta merasa puas dengan kegiatan ini, dan rata-rata rumah tangga mampu mengurangi sampah organik sebanyak ±0,5–1 kg per minggu. Kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran ekologis, ditandai dengan pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan RW 18 untuk mereplikasi teknologi secara mandiri, tidak hanya bersifat lingkungan, tetapi juga sosial, yaitu terbangunnya kapasitas komunitas dalam menerapkan solusi berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan PkM ini memberikan bukti bahwa edukasi lingkungan yang disertai praktik langsung dan pendampingan teknis mampu meningkatkan produktivitas sosial-ekologis di kawasan permukiman urban.