Sense of belonging merupakan kebutuhan psikologis mendasar yang berperan penting dalam keterlibatan dan keberlanjutan partisipasi individu dalam komunitas. Rendahnya sense of belonging pada komunitas mahasiswa dapat berdampak pada menurunnya partisipasi dan lemahnya ikatan emosional antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan family gathering dalam meningkatkan sense of belonging pada anggota Forum Diskusi Islam (FORDIS) Kampus V Universitas Negeri Padang Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain mixed methods. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan menggunakan desain pretest–posttest dengan instrumen Sense of Belonging Instrument (SOBI) yang telah dimodifikasi. Subjek penelitian berjumlah 32 anggota FORDIS. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor sense of belonging dari 60,56 pada pretest menjadi 78,28 pada posttest, serta perbedaan yang signifikan secara statistik (Z = -4,340; p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan family gathering efektif dalam meningkatkan sense of belonging melalui penguatan interaksi sosial non-formal dan keterikatan emosional anggota komunitas. Kata kunci: sense of belonging, family gathering, komunitas mahasiswa, PAR