Ida M. Hutabarat
Universitas Cenderawasih, Papua, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI KONSEP OPERASI BILANGAN BULAT KELAS VI SD INPRES SALOR 2 DI KABUPATEN MERAUKE Istiqomah Istiqomah; Ronaldo Kho; Ida M. Hutabarat
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 2 No. 4 (2025): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/6n61p910

Abstract

Matematika adalah ilmu yang yang pasti dan memiliki tingkatan kesulitan dimulai sejak dini. Kesulitan yang dialami Peserta Didik yaitu kesulitan memahami operasi bilangan bulat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi kesulitan Peserta Didik dalam memahami konsep operasi bilangan bulat di kelas VI SD Inpres Salor 2 Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah kelas VI A SD Inpres Salor 2 yang berjumlah 20 Peserta Didik. Prosedur pengumpulan data dilakukan secara triangulasi waktu, dimana penelitian dilakukan sebanyak dua kali dengan waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa kesulitan dalam pemahaman operasi bilangan bulat yang dialami Peserta Didik yaitu (1) Peserta Didik tidak memahami operasi bilangan bulat yang diaplikasikan pada garis bilangan, (2) Peserta Didik kesulitan operasi bilangan bulat yang berkaitan dengan bilangan negatif (3) kurangnya kemampuan dalam menghafal perkalian. Selain kesulitan materi. Kesulitan yang dialami Peserta Didik disebabkan oleh faktor internal, seperti malas belajar, mudah lupa, dan kurangnya motivasi belajar. Di samping itu, faktor eksternal berperan yaitu teman yang kurang mendukung, belum adanya sarana prasarana yang inovatif. Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, beberapa strategi perbaikan yang akan diterapkan guru untuk meningkatkan pemahaman Peserta Didik seperti memberikan latihan berulang, menggunakan cara pemisalan hutang, dan memberikan penguatan dengan sistem tanya jawab dan diskusi.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Mendalam di SMP Negeri Nawi Abua 1 Gatot Sukarno Putra; Yulius Mataputun; Petrus Irianto; Indah S. Budiarti; Juliana Waromi; Ida M. Hutabarat
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i1.3298

Abstract

This study analyzes the implementation of deep learning management to prepare the golden generation at Nawi Abua 1 Public Junior High School, Lanny Jaya Regency. Informants consisted of the principal, teachers, students, education office, committee, and curriculum deputy. The study used a descriptive qualitative method with data collection through deep interviews, participatory observation, and documentation study. Data validity was ensured by triangulation of sources and techniques, while analysis was conducted interactively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show the implementation of deep learning management through four aspects: planning (identification of student readiness, teaching modules, diagnostic assessments), organization (division of tasks, roles and responsibilities), implementation (learning objectives, learning activities, learning environment, partnerships), and evaluation (summative, formative, self-evaluation). Supporting factors include teacher qualifications, government policies, contextual learning, technology, and partnerships, while obstacles include limited facilities, learning environments, and students' intellectual abilities. The positive impacts include learning principles, learning experiences, improved 21st-century skills, teachers becoming facilitators, students becoming more active, and improved character. This study contributes to the development of deep learning management practices at Nawi Abua 1 Public Junior High School based on the local 3T context, providing evidence that this approach is effective in preparing the golden generation. There has been limited research on the implementation of deep learning management in mountainous regions with constrained infrastructure and human resources, such as Lanny Jaya Regency, as most previous studies have focused on urban schools.