This Author published in this journals
All Journal SOSHUM
Lilik Kusnadi
Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI TEOLOGI PEMBEBASAN: KONTRIBUSI Y.B MANGUNWIJAYA BAGI GERAKAN KEADILAN SOSIAL DI INDONESIA Lilik Kusnadi
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bz4dvy78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis kontribusi teologi pembebasan Y.B. Mangunwijaya terhadap pemberdayaan komunitas dan pembentukan gerakan keadilan sosial dalam konteks Indonesia. Teologi pembebasan Mangunwijaya dipandang sebagai respons kontekstual terhadap ketimpangan sosial dan kemiskinan struktural yang unik di Indonesia. Menggunakan pendekatan narrative review teologis-kualitatif, penelitian ini dibangun di atas kerangka teologi sistematis, kontekstual, dan praksis, dengan fokus pada interpretasi kritis atas karya-karya primer dan sekunder Mangunwijaya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Mangunwijaya mengembangkan konsepsi pembebasan sebagai humanisasi menyeluruh, yang menempatkan pemulihan martabat manusia sebagai inti refleksi, melampaui emansipasi ekonomi semata. Teologi ini berkarakter praksis, yang dimanifestasikan dalam aksi nyata seperti pendidikan emansipatoris dan penataan permukiman, memandang komunitas miskin sebagai agen perubahan yang aktif. Kontribusinya bersifat ganda: ia menguatkan teologi kontekstual Indonesia dalam diskursus Global South dan berfungsi sebagai suara profetis yang mengkritik dosa struktural dan religiusitas apolitis. Kesimpulan utama adalah bahwa teologi pembebasan Mangunwijaya telah berkontribusi signifikan dalam membangun paradigma pemberdayaan komunitas berbasis iman yang transformatif, menegaskan relevansi teologi sebagai jembatan antara iman, praksis, dan keadilan sosial.