p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SEHAT
Iin Aini Isnawati
Universitas Hafshawaty Zainul Hasan, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH HEALTH COACHING TERHADAP KEPATUHAN DIET RENDAH PURIN PADA PENDERITA ASAM URAT DI DESA TIRIS KECAMATAN TIRIS KABUPATEN PROBOLINGGO Izzatul Lailiyah; Rizka Yunita; Iin Aini Isnawati
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/dxzkwv40

Abstract

Penyakit asam urat merupakan gangguan metabolisme yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup penderita akibat gejala nyeri yang ditimbulkan. Salah satu upaya pengelolaan adalah dengan kepatuhan diet rendah purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh metode Health Coaching terhadap kepatuhan diet rendah purin pada penderita asam urat.Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan modul Health Coaching dan kuesioner kepatuhan diet rendah purin sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa Health Coaching diberikan selama 4x dalam 1 bulan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan diet rendah purin setelah diberikan Health Coaching, dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai ρ=0,000<α=0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan intervensi Health Coaching dengan mengidentifikasi kepatuhan diet rendah purin sebelum dan sesudah dilakukan Health Coaching. Health Coaching efektif meningkatkan kepatuhan diet rendah purin pada penderita asam urat. Health Coaching bertujuan membantu individu meningkatkan kesadaran diri, motivasi, dan kemampuan dalam menerapkan perilaku sehat secara mandiri. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat diterapkan sebagai edukasi kesehatan yang membantu mengatur pola makan untuk mencegah kekambuhan penyakit asam urat.
PENGARUH SENAM MATA METODE BATES TERHADAP TINGKAT ASTENOPIA PADA REMAJA USIA 17-18 TAHUN DI PONDOK PUTRI HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG Husniyatus Syifa; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/8at54g31

Abstract

Astenopia atau kelelahan mata merupakan salah satu gangguan visual yang sering terjadi akibat penggunaan otot mata secara berlebihan, terutama saat melakukan aktivitas jarak dekat seperti membaca, menatap layar laptop, komputer, atau smartphone dalam waktu yang lama. Keadaan ini sering dialami oleh kalangan remaja, terutama mereka yang sedang menempuh jenjang kelas akhir dan menghadapi tekanan akademik yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh senam mata metode bates terhadap tingkat astenopia pada remaja usia 17-18 tahun. Metode penelitian ini menggunakan Pra-Eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi sebanyak 46 responden dan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan sample sebanyak 41 responden. Metode yang digunakan dengan cara memberikan senam mata metode bates secara teratur sebanyak 2 minggu dengan frekuensi 6x per minggu, sehingga total terdapat 12 sesi latihan. Setiap sesi latihan berlangsung selama kurang lebih 20-30 menit, Latihan ini dilakukan untuk menurunkan tingkat astenopia. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner visual Fatigue (VT) untuk mengetahui tingkat astenopia kemudian data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat astenopia sebelum dilakukan senam mata metode bates adalah 5,0. Sedangkan Setelah dilakukan senam mata metode bates nilai rata-rata tingkat astenopia menjadi 3,5. Hasil uji analisis didapatkan ada pengaruh senam mata metode bates terhadap tingkat astenopia pada remaja usia 17-18 tahun di Pondok Pesantren Hafshawaty Zainul Hasan Genggong dengan ρ-value = 0.000 sehingga <α =0.05 Senam mata metode bates efektif untuk melatih fleksibilitas, mengurangi ketegangan otot mata, serta memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan tingkat astenopia pada remaja. Latihan ini dapat menjadi solusi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri maupun dalam program kesehatan pesantren untuk meningkatkan kenyamanan visual.