p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SEHAT
Dodik Hartono
Universitas Hafshawaty Zainul Hasan, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI GIZI METODE EMO DEMO TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN MAKAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK DEWI RENGGANIS KRUCIL Krisdiya Nursyahriya; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/92ebnf36

Abstract

Anak usia dini merupakan periode emas dalam proses tumbuh kembang, terutama pada usia 5–6 tahun. Pada masa ini, pemberian makan yang tepat sangat penting untuk mendukung kesehatan dan perkembangan optimal anak. Namun, masih banyak orang tua yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan praktik dalam pemberian makan, yang menyebabkan pola makan anak menjadi kurang tepat. Sehingga menyebabkan terjadinya gizi buruk yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi metode Emo-Demo terhadap perilaku pemberian makan pada anak usia 5–6 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 88, dan sampel sebanyak 66 ibu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi edukasi dilakukan dalam empat sesi yang mencakup pretest, dua kali pemberian edukasi dengan metode Emo-Demo, dan posttest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku pemberian makan dengan indikator frekuensi makan, jumlah makanan, dan jenis makanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perilaku pemberian makan yang tepat sebelum dan setelah dilakukan intervensi edukasi gizi metode Emo-Demo. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti ada pengaruh antara edukasi gizi metode Emo Demo terhadap perilaku pemberian makan. Edukasi dengan metode Emo-Demo terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku pemberian makan pada anak. Pendekatan ini dapat menjadi strategi edukatif yang menarik dalam upaya pencegahan gizi buruk pada anak. 
PENGARUH SENAM MATA METODE BATES TERHADAP TINGKAT ASTENOPIA PADA REMAJA USIA 17-18 TAHUN DI PONDOK PUTRI HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG Husniyatus Syifa; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 2 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/8at54g31

Abstract

Astenopia atau kelelahan mata merupakan salah satu gangguan visual yang sering terjadi akibat penggunaan otot mata secara berlebihan, terutama saat melakukan aktivitas jarak dekat seperti membaca, menatap layar laptop, komputer, atau smartphone dalam waktu yang lama. Keadaan ini sering dialami oleh kalangan remaja, terutama mereka yang sedang menempuh jenjang kelas akhir dan menghadapi tekanan akademik yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh senam mata metode bates terhadap tingkat astenopia pada remaja usia 17-18 tahun. Metode penelitian ini menggunakan Pra-Eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi sebanyak 46 responden dan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan sample sebanyak 41 responden. Metode yang digunakan dengan cara memberikan senam mata metode bates secara teratur sebanyak 2 minggu dengan frekuensi 6x per minggu, sehingga total terdapat 12 sesi latihan. Setiap sesi latihan berlangsung selama kurang lebih 20-30 menit, Latihan ini dilakukan untuk menurunkan tingkat astenopia. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner visual Fatigue (VT) untuk mengetahui tingkat astenopia kemudian data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat astenopia sebelum dilakukan senam mata metode bates adalah 5,0. Sedangkan Setelah dilakukan senam mata metode bates nilai rata-rata tingkat astenopia menjadi 3,5. Hasil uji analisis didapatkan ada pengaruh senam mata metode bates terhadap tingkat astenopia pada remaja usia 17-18 tahun di Pondok Pesantren Hafshawaty Zainul Hasan Genggong dengan ρ-value = 0.000 sehingga <α =0.05 Senam mata metode bates efektif untuk melatih fleksibilitas, mengurangi ketegangan otot mata, serta memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan tingkat astenopia pada remaja. Latihan ini dapat menjadi solusi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri maupun dalam program kesehatan pesantren untuk meningkatkan kenyamanan visual.