Karel Tikupadang
Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Temperatur Sintering Terhadap Sifat Mekanik Pada Metallurgi Serbuk Aluminium (Al)-Carbon Nanotube (CNT)-Magnesium (Mg) Avhiansyah Patta Pratama; Salma Salu; Karel Tikupadang
Paulus Chem Engineering Journal Vol 3 No 1 (2024): Vol.3 No.1 Agustus 2024 Paulus Chem Engineering Journal
Publisher : Prodi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63365/3p2sf546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekerasan, porositas dan struktur makro pada serbuk Aluminium (Al), Carbon Nanotube (CNT) dan Magnesium (Mg). Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Metalurgi Fisik Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang, Laboratorium Proses Produksi Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia Paulus dan Laboratorium. Metode yang digunakan merupakan metode metalurgi serbuk dengan menekan campuran serbuk ke dalam cetakan, dengan komposisi serbuk aluminium 5,96 gr, carbon nanotube 0,02 gr, magnesium 0,02 gr dan dilakukan perlakuan panas dengan variasi temperatur sintering 350 °C, 450 °C, 500 °C. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan tertinggi terjadi pada spesimen  temperatur sintering 500 °C dengan nilai 106,8 HR, dan nilai kekerasan terendah terjadi pada spesimen  temperatur 27 °C (suhu ruangan) dengan nilai 93,7 HR, pada pengujian porositas dengan nilai porositas tertinggi terjadi pada spesimen  temperatur sintering 27 °C (suhu ruangan) dengan nilai 7,9 % dan nilai kekerasan terendah terjadi pada spesimen  temperatur sintering 500 °C dengan nilai 5,2 %, pada pengujian struktur makro yaitu semakin tinggi temperatur sintering maka partikel akan mengalami ukuran yang seragam dan kurangnya porositas yang terjadi sehingga nilai kekerasan meningkat.
Perbandingan Kinerja Refrigerant R-134a dan  R-600a pada AC Mobil dengan  Tekanan yang Sama Hanzlan; Corvis L Rantererung; Karel Tikupadang
Paulus Chem Engineering Journal Vol 3 No 1 (2024): Vol.3 No.1 Agustus 2024 Paulus Chem Engineering Journal
Publisher : Prodi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63365/m8443y40

Abstract

Refrigeran R-134a telah lama menjadi pilihan umum dalam sistem pendingin, termasuk dalam AC mobil. Namun, karena kekhawatiran akan dampak lingkungan, alternatif seperti R-600a mulai dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai Coefficient Of Performance (COP) dari refrigeran R-134a pada AC mobil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai Coefficient Of Performance (COP).Nilai COP dari refrigeran R134a sebesar 2,40 dan R-600a sebesar 1,84 dan untuk mengetahui perbandingan biaya pemakaian refrigeran R-134a dan R-600a pada mobil Nissan Terano. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan unit AC mobil skala kecil yang menggunakan R-134a. Pengukuran dilakukan pada variasi suhu dan beban yang berbeda untuk menentukan COP dari R-134a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai COP dari R-134a cenderung bervariasi pada rentang suhu yang diuji, namun dapat diperkirakan dalam kondisi operasional tertentu. Kesimpulannya, nilai COP dari R-134a pada AC mobil dapat dipengaruhi oleh suhu dan beban operasional. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja R-134a dalam AC mobil, yang dapat berguna dalam pemilihan refrigerant yang tepat untuk meningkatkan efisiensi pendinginan. Dengan demikian, pemilihan refrigerant untuk AC mobil perlu mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi pendinginan dan biaya pemakaian. R-600a dapat menjadi pilihan yang lebih efisien secara energi, tetapi biaya pemakaiannya mungkin lebih tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi industri otomotif dalam memilih refrigerant yang sesuai untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi AC mobil.
Analisis Variasi Temperatur Preheating Serbuk Aluminium (Al) – Silikon Carbida (SiC) Pada Pembuatan Bushing Dengan Metalurgi Serbuk Julianus Risko; Salma Salu; Kristiana Pasau; Karel Tikupadang
Paulus Chem Engineering Journal Vol 5 No 1 (2025): Vol.5 No.1 Agustus 2025 Paulus Chem Engineering Journal
Publisher : Prodi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63365/rnw1f938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur preheating terhadap sifat mekanik campuran serbuk Aluminium (Al) dan Silikon Karbida (SiC) dalam proses pembuatan bushing menggunakan teknologi metalurgi serbuk. Variabel temperature yang digunakan yaitu 100 °C, 150 °C, dan 200 °C, dengan pengujian utama berupa uji kekerasan Rockwell, uji porositas, dan pengamatan struktur mikro. Proses pencampuran dilakukan selama 2 jam pada 56 rpm, kemudian dikompaksi dengan tekanan 8 metrik ton dan sintering pada temperatur 500 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur preheating berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekerasan dan penurunan porositas. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada temperatur preheating 200 °C sebesar 87,36 HR, sedangkan porositas terendah sebesar 8,15 %. Struktur mikro juga memperlihatkan homogenitas dan ikatan antar partikel yang lebih baik pada temperatur preheating yang lebih tinggi. Dengan demikian, preheating pada temperatur optimal dapat meningkatkan kualitas mekanik dan struktural bushing berbasis komposit Al-SiC.