Musdalipa Musdalipa
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, West Java, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS REMAJA DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DAN PENYAKIT MENULAR MELALUI EDUKASI DIGITAL Rani Irinericy; Musdalipa Musdalipa; Herianti Herianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/dqaxfb48

Abstract

Pernikahan dini merupakan masalah serius di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Kecamatan Karangnunggal, dengan peningkatan signifikan permohonan dispensasi nikah anak dalam lima tahun terakhir. Fenomena ini berdampak multidimensi pada remaja, meliputi risiko komplikasi kesehatan reproduksi, penularan penyakit menular seksual, serta hambatan pendidikan yang memperkuat lingkaran kemiskinan. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan minimnya komunikasi orang tua-remaja memperburuk kerentanan ini. Menanggapi permasalahan tersebut, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas remaja (13-19 tahun) dan orang tua dalam pencegahan pernikahan dini dan penyakit menular melalui edukasi digital. Metode Participatory Action Approach digunakan dengan tahapan survei awal, pelatihan literasi digital, edukasi kesehatan reproduksi melalui modul digital interaktif (video, infografis, kuis online), dan sesi diskusi remaja-orang tua. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, kuesioner sikap, serta observasi partisipasi digital. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan lebih dari 20% pada remaja dan orang tua, serta partisipasi aktif dalam grup WhatsApp edukatif. Keunggulan program terletak pada pendekatan digital yang relevan, keterlibatan orang tua, dan kolaborasi multi-pihak. Namun, keterbatasan akses internet dan resistensi budaya menjadi tantangan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran, serta mendorong komunikasi terbuka antar generasi, dengan rekomendasi untuk perluasan program, dukungan kebijakan lokal, dan kolaborasi lintas sektor demi keberlanjutan.