Aam Abdillah
Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Kesenian Marawis di Madrasah Al-Istiqomah Tahun 2015 -2019 Dina Oktaviani; Aam Abdillah
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 2 (2023): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i2.32683

Abstract

AbstractArt is something that comes out of human hands, both in the form of sound and work. In this study the author will discuss the history of Marawis art at Madrasa Al-Istiqomah, with the development of the Marawis era at Madrasahs developing according to the demands of the times. Marawis in Madrasas is one that still maintains Marawis art, competing with the times which have not lost the characteristics of the Marawis art itself. The method used in this study is the historical historical method which consists of heuristics, criticism, interpretation and historiography. The results of the study show that the Marawis art was originally used for Islamic celebrations and major events, now Marawis is also used in weddings, circumcisions, birthday celebrations for madrasahs, Islamic boarding schools or institutions, even in competitions in arts festivals. Keywords: Development, Art, Marawis, Madrasah Al-Istiqomah  AbstrakKesenian merupakan suatu hal yang keluar dari tangan manusia baik berupa suara maupun hasil karya. Dalam penelitian ini penulis akan membahas terkait sejarah kesenian Marawis di Madrasah Al-Istiqomah, dengan perkembangan zaman Marawis di Madrasah berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Marawis di Madrasah merupakan salah satu yang masih mempertahankan kesenian Marawis, bersaing dengan perkembangan zaman yang mana tidak memghilangkan ciri khas dari kesenian Marawis itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode history sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpetasidan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesenian Marawis yang awalnya dipergunakan untuk syiar dan acara besar Islam, sekarang ini Marawis juga dipergunakan dalam acara nikahan, khitanan, perayaan ulang tahun madrasah, pesantren atau institusi-institusi bahkan di perlombaan dalam festival-festival kesenian. Kata kunci: Perkembangan, Kesenian, Marawis, Madrasah Al-Istiqomah
Membangun Sapta Pesona di Masjid Raya Bandung Assyifa Khania Faradila; Any Nova Salsabila; Anis Semesta Putri; Daffa Alfarizi; Aimanul Ichsan Wiradisastra; Aam Abdillah
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 3 No. 1 (2024): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi program pembangunan Sapta Pesona di Masjid Raya Bandung. Masjid Raya Bandung dipilih sebagai objek penelitian karena peran strategisnya sebagai landmark dan pusat aktivitas keagamaan dan budaya di kota Bandung. Metode yang dilakukan penulis adalah observasi melalui pengamatan langsung ke Masjid Raya Bandung. Pendekatan yang dilakukan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur atau literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Sapta Pesona di Masjid Raya Bandung telah menghasilkan berbagai perubahan positif dalam hal peningkatan fasilitas fisik, pengelolaan alam sekitar, penguatan budaya lokal, dan peningkatan kualitas pelayanan. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk dalam hal mempertahankan keaslian budaya dan nilai-nilai keagamaan dalam konteks pariwisata yang semakin komersialisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literatur tentang pengembangan destinasi pariwisata berbasis budaya dan keagamaan di Indonesia, khususnya dalam konteks implementasi konsep Sapta Pesona. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya mempertahankan keseimbangan antara pengembangan infrastruktur pariwisata dengan keberlanjutan budaya dan nilai-nilai spiritual dalam pengelolaan masjid sebagai destinasi pariwisata.