Indriastri Nisita
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hypothetical Learning Trajectory sebagai Jembatan dalam Pembelajaran Perbandingan Senilai di Kelas VII SMP Berdasarkan Pendekatan RME Indriastri Nisita; Ismiyati Ismiyati; Nining Setyaningsih
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i2.23745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Hypothetical Learning Trajectory (HLT) sebagai jembatan dalam memfasilitasi proses matematisasi siswa pada materi perbandingan senilai melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan metodologi Design Research yang terdiri atas tiga fase, yaitu preparing and designing, teaching experiment, dan retrospective analysis. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VII.C di salah satu SMP negeri di Kabupaten Karanganyar. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tertulis berupa soal cerita non-rutin, wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan lintasan belajar yang dihipotesiskan dalam HLT dengan lintasan belajar aktual siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan HLT berbasis RME mampu memfasilitasi perkembangan pemikiran siswa secara bertahap dari strategi informal menuju representasi formal. Hal tersebut ditunjukkan melalui: (1) pergeseran strategi siswa dari penjumlahan berulang menuju penalaran multiplikatif, (2) kemampuan siswa mengidentifikasi konstanta perbandingan melalui penggunaan tabel sebagai model perantara, dan (3) kemampuan siswa menggeneralisasikan hubungan perbandingan ke dalam bentuk representasi aljabar. Temuan ini menunjukkan bahwa HLT berbasis RME dapat menjadi kerangka pembelajaran yang efektif dalam mendukung proses matematisasi siswa pada materi perbandingan senilai serta memberikan acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan pemahaman konsep.   This study aims to describe and analyze the role of Hypothetical Learning Trajectory (HLT) as a bridge in facilitating students' mathematicization process on proportional relationships through the Realistic Mathematics Education (RME) approach. This study uses the Design Research methodology which consists of three phases, namely preparing and designing, teaching experiment, and retrospective analysis. The subjects of the study were 32 students of grade VII.C at one of the public junior high schools in Karanganyar Regency. The research data was collected through written tests in the form of non-routine story questions, semi-structured interviews, learning observations, and documentation. The data were analyzed qualitatively by comparing the Hypothetical Learning Trajectory (HLT) with the actual learning trajectory of students during the learning process. The results of the study show that the design of RME-based HLT is able to facilitate the gradual development of students' thinking from informal strategies to formal representations. This is shown through: (1) the shift of students' strategies from repeated addition to multiplicative reasoning, (2) students' ability to identify comparative constants through the use of tables as intermediate models, and (3) students' ability to generalize comparative relationships into algebraic representations. These findings show that RME-based HLT can be an effective learning framework in supporting students' mathematicization process on equivalent comparison materials and provide a reference for teachers in designing learning that is oriented towards developing concept understanding.
Analisis Mathematics Anxiety Siswa Berdasarkan Aspek Emosional, Kognitif, Fisiologis, dan Perilaku dalam Asesmen Formatif Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ismiyati Ismiyati; Indriastri Nisita; Miftahul Atiqoh; M Farhan Ainun Insani; Yulia Maftuhah Hidayati; Sri Sutarni
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v15i1.24827

Abstract

Mathematics anxiety merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan asesmen matematika. Penelitian mengenai mathematics anxiety dalam konteks asesmen formatif masih terbatas, khususnya yang menganalisis aspek emosional, kognitif, fisiologis, dan perilaku pada materi bangun ruang sisi datar yang menuntut kemampuan visualisasi dan penalaran geometri. Penelitian ini bertujuan menganalisis mathematics anxiety siswa berdasarkan aspek emosional, kognitif, fisiologis, dan perilaku dalam asesmen formatif pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 35 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Data dikumpulkan melalui angket kecemasan matematis, tes asesmen formatif, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil angket, siswa dikelompokkan ke dalam kategori kecemasan rendah, sedang, dan tinggi, kemudian dipilih masing-masing satu siswa dari setiap kategori menggunakan teknik purposive sampling untuk dianalisis secara mendalam. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kecemasan rendah mampu menyelesaikan soal secara sistematis dan percaya diri, siswa dengan kecemasan sedang masih menunjukkan keraguan dalam mengambil keputusan matematis, sedangkan siswa dengan kecemasan tinggi mengalami hambatan pada aspek emosional, kognitif, fisiologis, dan perilaku yang berdampak pada kesulitan memahami masalah, menentukan strategi penyelesaian, dan menyelesaikan perhitungan secara tuntas. Penelitian ini berkontribusi memberikan gambaran komprehensif mengenai mathematics anxiety siswa berdasarkan keempat aspek tersebut sebagai dasar bagi guru dalam merancang asesmen formatif dan pembelajaran matematika yang lebih responsif terhadap kondisi psikologis siswa.   Mathematics anxiety is one of the factors that can affect students' ability to complete mathematics assessments. Studies on mathematics anxiety in the context of formative assessment remain limited, particularly those that comprehensively examine its emotional, cognitive, physiological, and behavioral aspects in the topic of polyhedrons, which requires students' spatial visualization and geometric reasoning abilities. This study aimed to analyze students' mathematics anxiety based on emotional, cognitive, physiological, and behavioral aspects during formative assessment on the topic of polyhedrons. The study employed a qualitative approach involving 35 seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Data were collected through a mathematics anxiety questionnaire, formative assessment tests, observations, and interviews. Based on the questionnaire results, students were classified into low, moderate, and high mathematics anxiety categories, and one student from each category was purposively selected for an in-depth analysis. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was established through technique triangulation. The findings revealed that students with low mathematics anxiety solved problems systematically and confidently, whereas those with moderate anxiety demonstrated hesitation in making mathematical decisions despite being able to complete the tasks. In contrast, students with high mathematics anxiety experienced difficulties in understanding problems, determining appropriate solution strategies, and completing calculations due to emotional, cognitive, physiological, and behavioral barriers. This study contributes to a comprehensive understanding of students' mathematics anxiety across these four dimensions and provides practical implications for designing formative assessments and mathematics instruction that are more responsive to students' psychological conditions.