Mochamad Tito Julianto
IPB University, Bogor, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simulasi Propagasi Sinyal Wi-Fi Menggunakan Metode Elemen Hingga pada Ruangan Kompleks dengan Variasi Posisi Router Nadhira Maulida Hayani; Harley Dearmanson Girsang; Nur Nabila; Khairuna Putri Gunawan; Nerissa Patrice Manuella; Maliha Qonita; Aaron August Vincent Soelaiman; Mochamad Tito Julianto; Sri Nurdiati; Mohamad Khoirun Najib; Syukri Arif Rafhida
Techno.Com Vol. 25 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v25i1.15769

Abstract

Wi-Fi merupakan teknologi komunikasi nirkabel yang banyak digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun perkantoran. Kualitas sinyal Wi-Fi di dalam ruangan sangat dipengaruhi oleh geometri bangunan dan posisi router, terutama pada bangunan dengan bentuk kompleks seperti rumah berbentuk L. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model matematis propagasi sinyal Wi-Fi menggunakan persamaan Helmholtz pada domain dua dimensi, menerapkan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method/FEM) untuk menyelesaikan model tersebut pada geometri ruangan berbentuk L, serta menganalisis pengaruh variasi posisi router terhadap pola distribusi medan listrik dan terbentuknya area pelemahan sinyal (dead zone). Data dan parameter yang digunakan meliputi frekuensi Wi-Fi sebesar 2,4 GHz, bilangan gelombang yang dihitung berdasarkan kecepatan cahaya, serta domain komputasi yang direkonstruksi dari denah rumah nyata berbentuk L. Penyelesaian numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak Mathematica dengan pendekatan FEM dan diskritisasi domain menggunakan mesh segitiga. Hasil simulasi divisualisasikan dalam skala logaritmik (dB) untuk menggambarkan distribusi intensitas sinyal secara jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan router di ruang tengah menghasilkan distribusi sinyal yang paling merata dan meminimalkan dead zone, sedangkan penempatan di sudut atau ujung ruangan menyebabkan redaman signifikan akibat pemantulan dan difraksi gelombang oleh dinding dan lorong. Penelitian ini menunjukkan bahwa FEM efektif untuk memodelkan propagasi sinyal Wi-Fi pada geometri ruangan kompleks dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan simulasi yang lebih realistis, seperti pemodelan tiga dimensi, variasi material dinding, serta optimasi penempatan router pada bangunan nyata.   Kata Kunci - Metode Elemen Hingga; Persamaan Helmholtz; Propagasi Sinyal; Rumah Berbentuk L; Wi-Fi
Penerapan Finite Element Method (FEM) Persamaan Difusi Pada Ruangan Yang Memiliki Air Conditioner Aufa Ghifada; Lizzilmi Syarifatuz Zaimah; Iftar Hendry; Farah Annisa Tri Sundari; Dezvini Muthmainnati Vidia; Naura Dalta Indriyani; Mochamad Tito Julianto; Sri Nurdiati; Mohamad Khoirun Najib; Syukri Arif Rafhida
Techno.Com Vol. 25 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v25i2.15990

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu aspek penting dalam perancangan bangunan karena kondisi suhu berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan kenyamanan penghuni ruangan. Salah satu sistem yang umum digunakan untuk mengatur suhu ruangan adalah air conditioner (AC). Namun demikian, distribusi suhu di dalam ruangan tidak langsung menjadi seragam ketika AC dinyalakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi suhu pada ruangan ber-AC menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method). Fenomena fisik dimodelkan menggunakan persamaan panas dua dimensi yang menggambarkan proses difusi suhu terhadap ruang dan waktu. Domain simulasi merepresentasikan denah rumah sederhana yang terdiri dari beberapa ruangan dengan sumber pendingin berada di ruang tengah. Model matematis yang digunakan melibatkan kondisi awal suhu ruangan sebesar 25°C serta kondisi batas yang merepresentasikan sumber pendingin dan dinding ruangan yang terisolasi. Simulasi numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak Wolfram Mathematica untuk memperoleh distribusi suhu terhadap waktu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendinginan awalnya terjadi di sekitar sumber AC kemudian secara bertahap menyebar ke bagian ruangan lainnya. Keberadaan dinding dan sekat ruangan mempengaruhi pola difusi suhu sehingga menghasilkan laju pendinginan yang berbeda pada setiap ruangan. Seiring berjalannya waktu, sistem mendekati kondisi tunak di mana distribusi suhu menjadi lebih seragam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode elemen hingga efektif digunakan untuk memodelkan penyebaran suhu pada ruangan dengan geometri yang kompleks.   Kata Kunci - Distribusi Suhu, Metode Elemen Hingga, Pendingin Ruangan, Persamaan Panas, Simulasi Numerik