Reny Wahyuni
Universitas PGRI Silampari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring Students’ Long-term Retention and Conceptual Mastery in Two-Dimensional Kinematics: A Descriptive Study Hindi Risma Devita; Reny Wahyuni; Salsabila Defta Ramadhani; Arifah Lutfiah Zahra; Mochamad Imam Bhakti Luhur; Nopran Pernandi; Cindi Cantika; Zulfajri Zulfajri
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): Volume 11 Number 2, September 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v11i2.8599

Abstract

This study aims to comprehensively describe students’ understanding of projectile motion by analyzing the results of three essay-type questions. These questions were designed to measure conceptual understanding of the trajectory, the ability to separate horizontal and vertical components of motion, and the skill to apply basic quantitative calculations within the context of two-dimensional kinematics. The research employed a quantitative descriptive method, with data collected through written tests and direct observation of students’ answer patterns. This approach enabled the identification of dominant types of errors, both conceptual and procedural, thus providing a thorough picture of students’ overall understanding. A total of 67 eleventh-grade students participated in this study. All responses were classified into five accuracy categories: completely incorrect, partially correct, one correct, two correct, and entirely correct. Data analysis was carried out using percentage techniques to clearly and quantitatively present the distribution of students’ abilities in each category. The findings show that 74.63% of students still struggle to solve projectile-motion problems, particularly in separating the initial velocity components and determining an object’s position at a given time—tasks that require simultaneous understanding of vector concepts and motion equations. Only 7.46% of students were able to answer all questions correctly, while the remaining 17.91% fell into the partially correct to one-correct-answer categories. Based on these results, it can be concluded that students’ understanding of the basic concepts of projectile motion remains low and tends to rely on formula memorization rather than conceptual comprehension. Therefore, more systematic, contextual, and concept-focused learning strategies are needed to improve mastery of two-dimensional kinematics more effectively.Eksplorasi Retensi Jangka Panjang dan Penguasaan Konseptual Siswa dalam Kinematika Dua Dimensi: Studi ObservasiABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif tingkat pemahaman siswa terhadap materi gerak parabola melalui analisis mendalam terhadap hasil pengerjaan tiga butir soal uraian. Ketiga soal tersebut dirancang untuk mengukur pemahaman konsep lintasan, kemampuan memisahkan komponen gerak horizontal dan vertikal, serta keterampilan menerapkan perhitungan kuantitatif sederhana dalam konteks kinematika dua dimensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa tes tertulis dan observasi langsung terhadap pola jawaban siswa. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi bentuk kesalahan yang paling dominan, baik yang bersifat konseptual maupun prosedural, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pemahaman siswa. Sebanyak 67 siswa kelas XI berpartisipasi dalam penelitian ini. Seluruh jawaban diklasifikasikan ke dalam lima kategori ketepatan, yaitu tidak benar sama sekali, sebagian benar, satu benar, dua benar, dan seluruh jawaban benar. Analisis data dilakukan menggunakan teknik persentase untuk menunjukkan distribusi kemampuan siswa pada masing-masing kategori secara lebih jelas dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,63% siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal gerak parabola, terutama dalam memisahkan komponen kecepatan awal serta menentukan posisi benda pada waktu tertentu yang memerlukan pemahaman simultan terhadap konsep vektor dan persamaan gerak. Hanya 7,46% siswa yang mampu menjawab seluruh soal dengan benar, sedangkan 17,91% lainnya berada pada kategori sebagian benar hingga satu jawaban benar. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep dasar gerak parabola masih rendah dan cenderung bergantung pada hafalan rumus. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada eksplorasi konsep untuk meningkatkan penguasaan kinematika dua dimensi secara lebih efektif.Kata Kunci :Gerak parabola; pemahaman konsep; analisi deskriptif
Pelatihan Penggunaan Kahoot Untuk Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan Bagi Guru SD N 13 Rejang Lebong Nur Fitriyana; Sari Erander; Ria Dwi Jayati; Reny Wahyuni
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i1.1855

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 13 Rejang Lebong dalam memanfaatkan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran interaktif yang berorientasi pada konteks lingkungan lokal. Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum familiar dengan Kahoot dan memerlukan pelatihan teknis. Berdasarkan temuan tersebut, tim PKM menyusun pelatihan yang meliputi pengenalan aplikasi, penyusunan kuis, pendampingan teknis, serta integrasi konteks lokal seperti Tari Kejei, Taman Wisata Tebing Suban, Air Terjun Tri Sakti, dan Suban Air Panas. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dan berlangsung interaktif. Guru tidak hanya menerima materi tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan kuis berbasis konteks lingkungan. Seluruh peserta berhasil membuat kuis Kahoot yang siap digunakan dalam pembelajaran. Evaluasi melalui pretest–posttest menunjukkan peningkatan pemahaman lebih dari 20 poin, dan hasil angket memperlihatkan bahwa guru merasa pelatihan mudah diikuti, bermanfaat, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital di SD Negeri 13 Rejang Lebong.