Reny Wahyuni
Universitas PGRI Silampari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Kahoot Untuk Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan Bagi Guru SD N 13 Rejang Lebong Nur Fitriyana; Sari Erander; Ria Dwi Jayati; Reny Wahyuni
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i1.1855

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 13 Rejang Lebong dalam memanfaatkan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran interaktif yang berorientasi pada konteks lingkungan lokal. Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum familiar dengan Kahoot dan memerlukan pelatihan teknis. Berdasarkan temuan tersebut, tim PKM menyusun pelatihan yang meliputi pengenalan aplikasi, penyusunan kuis, pendampingan teknis, serta integrasi konteks lokal seperti Tari Kejei, Taman Wisata Tebing Suban, Air Terjun Tri Sakti, dan Suban Air Panas. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dan berlangsung interaktif. Guru tidak hanya menerima materi tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan kuis berbasis konteks lingkungan. Seluruh peserta berhasil membuat kuis Kahoot yang siap digunakan dalam pembelajaran. Evaluasi melalui pretest–posttest menunjukkan peningkatan pemahaman lebih dari 20 poin, dan hasil angket memperlihatkan bahwa guru merasa pelatihan mudah diikuti, bermanfaat, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital di SD Negeri 13 Rejang Lebong.
Disparitas Level Berpikir Geometri Berdasarkan Teori Van Hiele pada Pemahaman Konsep Lingkaran Siswa SMP Zhafira Salsabila; Reny Wahyuni; Salsabila Putri Lathifah; Depa Azarina; Lingga Novia Ayu Wangi; Putri Balqis Humairoh; Jaka Wijaya
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i1.11138

Abstract

This study aims to analyze the disparity in geometry thinking levels of junior high school students on circle material based on Van Hiele’s theory. This research employed a descriptive qualitative approach involving 42 ninth-grade students of SMP Negeri 11 Lubuklinggau selected through random sampling. Data were collected through tests and informal interviews and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The results indicate a marked disparity in students’ geometry thinking levels. Most students have not achieved mastery at Level 0 (Visualization) with 88.1% and Level 1 (Analysis) with 81.0%, as shown by their inability to identify elements of a circle visually. At Level 2 (Informal Deduction), 45.2% of students have not reached mastery, although some were able to apply concepts correctly. These findings suggest that students’ abilities are still dominated by instrumental understanding without adequate relational understanding. Furthermore, this study reveals the presence of epistemological learning obstacles, characterized by a leap in thinking without strong mastery of fundamental concepts.