Penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan siswa SMAN 16 Pekanbaru. Program ini didasarkan pada kondisi rendahnya pemahaman generasi muda terhadap peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengelolaan keuangan pribadi, serta risiko layanan keuangan digital, sebagaimana ditunjukkan dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 yang menempatkan kelompok usia 15–17 tahun sebagai kelompok dengan literasi keuangan terendah. Hasil monitoring awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami fungsi dan kewenangan OJK, belum terbiasa menyusun perencanaan keuangan sederhana, serta minim kewaspadaan terhadap pinjaman online dan aplikasi keuangan ilegal. Berdasarkan temuan tersebut, tim menyusun kegiatan edukasi melalui metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi perencanaan keuangan, serta kuis digital guna meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 26 September 2025 di Aula SMAN 16 Pekanbaru dengan peserta siswa kelas XII IPS. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Sebanyak 90% siswa mampu menjelaskan kembali peran OJK, 85% dapat menyusun perencanaan keuangan pribadi, dan 88% memahami perbedaan antara pinjaman online legal dan ilegal. Partisipasi siswa pada seluruh sesi kegiatan sangat tinggi dan mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak lanjutan berupa rencana pemanfaatan materi dan metode pembelajaran oleh guru sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan di sekolah.Kegiatan PkM ini menghasilkan beberapa luaran, antara lain peningkatan literasi keuangan siswa, terbentuknya model edukasi keuangan berbasis media digital, publikasi pada media massa, serta penguatan kerja sama antara Universitas Persada Bunda Indonesia dan SMAN 16 Pekanbaru.