Nabilah Falah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POSITION OF ‘IDDAH IN DIVORCE QABLA AL-DUKHÛL: A COMPARATIVE STUDY OF ISLAMIC FAMILY LAW REFORM IN INDONESIA AND BRUNEI DARUSSALAM Nabilah Falah
Sahaja: Journal Sharia and Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): Sahaja: Journal Sharia and Humanities
Publisher : Universitas Darunnajah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/sahaja.v4i1.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketentuan ‘iddah qabla al-dukhûl (masa tunggu sebelum terjadinya hubungan suami istri) dalam pandangan hukum Indonesia dan Brunei Darussalam. Penelitian ini berjenis Yuridis Normatif dengan pendekatan perbandingan atau komparatif melalui data sekunder berupa aturan perundang-undangan yang di analisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ketentuan, ‘iddah di Indonesia diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang tidak mewajibkan ‘iddah bagi wanita yang bercerai sebelum terjadinya hubungan fisik. Sementara itu, Brunei Darussalam, yang menganut hukum Syariah, mewajibkan ‘iddah meskipun perceraian terjadi sebelum hubungan seksual, dengan ketentuan larangan menikah dengan orang lain tanpa izin hakim Syariah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan hukum adat setempat dalam menetapkan ketentuan hukum keluarga Islam.
POSITION OF ‘IDDAH IN DIVORCE QABLA AL-DUKHÛL: A COMPARATIVE STUDY OF ISLAMIC FAMILY LAW REFORM IN INDONESIA AND BRUNEI DARUSSALAM Nabilah Falah
Sahaja: Journal Sharia and Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): Sahaja: Journal Sharia and Humanities
Publisher : Universitas Darunnajah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/sahaja.v4i1.401

Abstract

This study aims to compare the provisions of ‘iddah qabla al-dukhûl (waiting period before the consummation of marriage) in the perspectives of Indonesian and Brunei Darussalam law. The research is of a normative juridical type with a comparative approach, using secondary data in the form of regulations analyzed qualitatively. Based on the analysis, it is found that in Indonesia, the provisions of ‘iddah are regulated in the Compilation of Islamic Law (KHI), which does not require ‘iddah for women who divorce before physical relations occur. Meanwhile, in Brunei Darussalam, which adheres to Sharia law, ‘iddah is required even if the divorce occurs before sexual intercourse, with the provision that remarriage is prohibited without the permission of a Sharia judge. These differences are influenced by social, cultural, and local customary law factors in determining Islamic family law provisions.