Nurlaeli Nurlaeli
Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Nurlaeli Nurlaeli; Norma Safitri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1046

Abstract

Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is the process of breastfeeding immediately after birth, with skin-to-skin contact between the mother and baby. Early initiation of breastfeeding is known to play a crucial role in the success of exclusive breastfeeding. However, coverage of early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding in the community is still suboptimal. This study aims to determine the relationship between early initiation of breastfeeding and the success of exclusive breastfeeding. The research method used was quantitative with an analytical design and a cross-sectional approach. The study sample was mothers with infants aged 6–12 months. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between early initiation of breastfeeding and the success of exclusive breastfeeding (p < 0.05). The conclusion of this study is that mothers who practice early initiation of breastfeeding have a greater chance of successfully providing exclusive breastfeeding.
Peningkatan Kesadaran Ibu Hamil Terhadap Kunjungan Antenatal Care Melalui Penyuluhan Hamdiah Anas; Nurlaeli Nurlaeli; Dewi Parwati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1070

Abstract

Antenatal Care (ANC) is a vital health service for pregnant women to monitor their pregnancy and detect complications early. However, some pregnant women still do not attend regular ANC visits due to low awareness and understanding of the importance of prenatal care. This community service activity aims to increase pregnant women's awareness of the importance of ANC visits through health education. Implementation methods included education, interactive discussions, and evaluation of participant understanding. The results of the activity indicate an increase in pregnant women's awareness and understanding of the benefits, schedule, and purpose of ANC visits. This activity is expected to encourage pregnant women to be more compliant in attending regular ANC visits to support the health of both mother and fetus.
Edukasi Pemenuhan Gizi Seimbang Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Wilayah Kerja Puskesmas Tarailu: Education on Fulfilling Balanced Nutrition for Pregnant Women as an Effort to Prevent Anemia in the Tarailu Community Health Center Work Area Kurnia Mariatul Qiftih; Norma Safitri; Hamdia Anas; Nurlaeli Nurlaeli; Rosmiati Rosmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1719

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan maternal yang dapat berdampak terhadap kondisi ibu dan pertumbuhan serta kesehatan janin. Peningkatan kebutuhan zat besi dan zat gizi lainnya selama kehamilan menyebabkan ibu memerlukan asupan makanan yang lebih baik dan seimbang. Kurangnya pengetahuan mengenai pemilihan makanan sumber zat besi, pola makan yang beragam, serta konsumsi tablet tambah darah dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia. Pendidikan kesehatan mengenai pemenuhan gizi seimbang menjadi salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan di tingkat masyarakat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi seimbang dan perilaku yang mendukung pencegahan anemia selama kehamilan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melibatkan 50 ibu hamil di lingkungan komunitas. Metode kegiatan meliputi pretest, pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi penyusunan menu bergizi seimbang, edukasi mengenai makanan sumber zat besi dan vitamin C, konseling konsumsi tablet tambah darah, serta posttest. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pencegahan anemia. Hasil: Rerata skor pengetahuan peserta meningkat dari 57,6 sebelum edukasi menjadi 88,2 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terlihat pada pemilihan makanan sumber zat besi, kombinasi makanan dengan sumber vitamin C, pembatasan konsumsi teh atau kopi berdekatan dengan waktu makan atau konsumsi zat besi, pentingnya tablet tambah darah, serta pengenalan tanda dan faktor risiko anemia. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman dalam menyusun pola makan harian yang lebih beragam dan sesuai kebutuhan selama kehamilan. Kesimpulan: Edukasi pemenuhan gizi seimbang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia. Pendidikan kesehatan yang disertai demonstrasi menu, diskusi, dan konseling dapat menjadi strategi promotif yang mendukung penerapan pola makan sehat serta kepatuhan terhadap suplementasi zat besi selama kehamilan.