Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaturan Praktik Bekam Basah Sebagai Pelayanan Kesehatan Tradisional di Indonesia Devi Rachhmawati Suryaningrum; Purnawan Dwikora Negara; Budiarsih Budiarsih
Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Vol 6 No 1 (2026): Maret
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/jkih.v6i1.843

Abstract

Praktik bekam basah merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan tradisional yang banyak digunakan masyarakat, namun belum memperoleh legitimasi yang memadai. Permenkes No. 15 Tahun 2018, mengatur kewenangan naskestrad pada tindakan non-invasif (bekam kering), sedangkan tindakan tindakan invasif ringan yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis atau akupunktur. Hal ini menimbulkan kekosongan norma, ketidakpastian hukum, dan perlakuan diskriminatif terhadap terapis bekam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi yang ada dan merumuskan model regulasi berbasis kompetensi untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi pasien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan berbasis kompetensi melalui pelatihan berjenjang, sertifikasi nasional, dan penerbitan STR Yankestrad tingkat I dan II merupakan model regulasi yang ideal. Model ini mampu memenuhi asas keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum, serta memungkinkan integrasi bekam basah ke dalam sistem kesehatan nasional melalui klinik kesehatan tradisional terpadu.
PENGUATAN ORGANISASI KOMUNITAS TEGALSARI MARITIM DESA SIDODADI, KABUPATEN MALANG UNTUK PENGEMBANGAN JARINGAN DAN KAPASITAS SOSIAL EKOLOGIS Purnawan Dwikora Negara; Tri Wardhani; Widhi Handoko; Lukman Hakim; zahir Rusyad; Sirajuddin Sirajuddin
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan desa pesisir menuntut penguatan kapasitas sosial, ekonomi, dan ekologis masyarakat agar mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial dan tantangan global. Organisasi komunitas pesisir memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dalam penguatan Organisasi Komunitas Tegalsari Maritim (KTM) di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dengan pendekatan partisipatif, sosial ekologis, Asset-Based Community Development (ABCD), serta pemanfaatan inovasi dan teknologi digital. Metode kegiatan meliputi forum rembuk komunitas, pelatihan manajemen organisasi, pengelolaan sumber daya maritim berkelanjutan, kewirausahaan, dan literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, terbentuknya struktur organisasi KTM yang lebih solid, berkembangnya jaringan kemitraan dengan pemerintah, LSM, akademisi, dan pelaku usaha, serta meningkatnya kapasitas sosial ekologis anggota komunitas. Kegiatan ini juga mendorong pengembangan program berbasis potensi lokal, seperti konservasi mangrove, ekowisata pesisir, dan penguatan ekonomi rumah tangga. Secara keseluruhan, penguatan organisasi KTM terbukti efektif dalam mewujudkan komunitas pesisir yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan serta mendukung pembangunan desa berbasis otonomi dan kearifan lokal.