Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Analisis Kecemasan pada Remaja Putri dengan Obesitas di Kabupaten Semarang: Anxiety Analysis Study in Obese Adolescent Girls in Semarang Regency Trimawati; Mona Saparwati; Abdul Wahid
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.721

Abstract

Adolescent obesity is a growing public health problem worldwide and is associated not only with physical health consequences but also with mental health problems, particularly anxiety. Adolescent girls are more vulnerable to anxiety due to social and cultural pressures related to body image. This study aimed to examine the relationship between nutritional status based on body mass index (BMI) and anxiety levels among adolescent girls. This study employed a quantitative cross-sectional design. A total of 155 adolescent girls aged 15–18 years from SMAN 1 Bergas and SMAN 1 Tuntang were selected using proportional sampling. Nutritional status was assessed by measuring body weight and height to calculate BMI, while anxiety levels were measured using the Generalized Anxiety Disorder (GAD) questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, including Fisher’s Exact test. Most participants had normal nutritional status (58.7%), while 10.3% were overweight and 1.9% were classified as obese. The most common anxiety level was mild anxiety (37.4%), followed by moderate (26.5%) and severe anxiety (10.3%). Bivariate analysis revealed a significant association between nutritional status and anxiety levels (p < 0.001), with a clear trend of increasing anxiety severity as nutritional status progressed from normal to overweight and obesity. Nutritional status, particularly overweight and obesity, is significantly associated with higher anxiety levels among adolescent girls. These findings highlight the importance of integrated interventions addressing both obesity prevention and mental health promotion in adolescent populations.   ABSTRAK Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental, khususnya kecemasan. Remaja putri merupakan kelompok yang lebih rentan mengalami kecemasan akibat tekanan sosial terkait citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat kecemasan pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 155 remaja putri usia 15–18 tahun yang bersekolah di SMAN 1 Bergas dan SMAN 1 Tuntang, yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Status gizi diukur melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung IMT, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Generalized Anxiety Disorder (GAD). Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact. Mayoritas responden memiliki status gizi normal (58,7%), namun ditemukan 10,3% gizi lebih dan 1,9% obesitas. Tingkat kecemasan terbanyak berada pada kategori cemas ringan (37,4%), diikuti cemas sedang (26,5%) dan cemas berat (10,3%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat kecemasan (p < 0,001), dengan kecenderungan peningkatan tingkat kecemasan seiring meningkatnya status gizi dari normal menuju gizi lebih dan obesitas. Status gizi, khususnya gizi lebih dan obesitas, berhubungan signifikan dengan peningkatan tingkat kecemasan pada remaja putri. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan intervensi pengendalian obesitas dan dukungan kesehatan mental pada remaja putri.
Skrining dan Edukasi Kecanduan Gadget dalam Upaya Membangun Generasi yang Sehat & Sejahtera di SMA Negeri 1 Ambarawa Mona Saparwati; Trimawati; Abdul Wahid; Achmad Syaifudin
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5039

Abstract

Rapid advances in digital technology have increased gadget use among adolescents, which has the potential to lead to addiction and impact academic, social, and psychological aspects. This study aims to screen for levels of gadget addiction and evaluate the effectiveness of educational interventions in improving students’ knowledge regarding healthy gadget use. The study was conducted with 89 students at SMA Negeri 1 Ambarawa using a pre–post design without a control group. The instruments used were the short version of the Smartphone Addiction Scale (SAS-SV) questionnaire and pre- and post-education knowledge questionnaires. The screening results showed that the majority of respondents fell into the high gadget addiction category (65.2%), while 34.8% were in the low category. These findings indicate a high level of gadget dependence among adolescents. Following the educational session, there was an increase in students’ knowledge, as evidenced by a shift toward more adaptive categories of gadget use. The education provided proved effective in raising students’ awareness of the negative impacts of excessive gadget use, although behavioral changes were not yet optimal.Theoretically, increased knowledge is the first step toward behavioral change; however, sustained interventions are needed to produce more significant changes. Limitations of this study include the absence of a control group, the use of self-report instruments, and the short duration of the intervention. Therefore, it is recommended to develop a structured educational program, involve parents and schools, and use more comprehensive evaluation methods. This screening and education initiative has the potential to serve as a promotive-preventive intervention model for reducing gadget addiction among adolescents.   ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat telah meningkatkan penggunaan gadget pada remaja, yang berpotensi menimbulkan kecanduan dan berdampak pada aspek akademik, sosial, dan psikologis. Studi ini bertujuan untuk melakukan skrining tingkat kecanduan gadget serta mengevaluasi efektivitas edukasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait penggunaan gadget yang sehat. Kegiatan dilaksanakan pada 89 siswa di SMA Negeri 1 Ambarawa menggunakan pendekatan pre–post tanpa kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale versi singkat (SAS-SV) serta kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori kecanduan gadget tinggi (65,2%), sedangkan 34,8% berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan gadget pada remaja. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan siswa yang ditunjukkan melalui perubahan distribusi kategori penggunaan gadget yang lebih adaptif. Edukasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif penggunaan gadget berlebihan, meskipun perubahan perilaku belum optimal. Secara teoritis, peningkatan pengetahuan merupakan langkah awal dalam perubahan perilaku, namun diperlukan intervensi berkelanjutan untuk menghasilkan perubahan yang lebih signifikan. Keterbatasan kegiatan ini meliputi tidak adanya kelompok kontrol, penggunaan instrumen self-report, serta durasi intervensi yang singkat. Oleh karena itu, direkomendasikan pengembangan program edukasi yang terstruktur, pelibatan orang tua dan sekolah, serta penggunaan metode evaluasi yang lebih komprehensif. Kegiatan skrining dan edukasi ini berpotensi menjadi model intervensi promotif-preventif dalam mengurangi kecanduan gadget pada remaja.