ANDI BUNGA SINGKARRU
JURUSAN FARMASI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS TADULAKO, PALU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 GERIATRI DI POLIKLINIK GERIATRI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANUTAPURA PALU RIRIEN HARDANI; KHILDAH KHAERATI; ANDI BUNGA SINGKARRU; NURUL AMBIATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10051

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diabetes melitus (DM) di Indonesia menunjukkan trend yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Laporan Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi DM cenderung semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia dan mencapai puncaknya pada kelompok usia 55 – 74 tahun. Pada pasien geriatri, DM berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien DM geriatri yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik geriatri RSUD Anutapura Kota Palu, serta hubungannya dengan faktor demografis pasien (jenis kelamin, IMT, pekerjaan dan tingkat pendidikan). Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain observasional prospektif di mana sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis, jenis pengobatan, manifestasi klinis serta persepsi kualitas hidup pasien melalui kuesioner SF-36. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dan uji korelasi Perason Hasil dan Pembahasan: Kualitas hidup pasien relatif baik pada domain keterbatasan emosional, kesehatan mental, fungsi sosial dan nyeri tubuh, tetapi buruk pada domain fungsi fisik, keterbatasan fisik, vitalitas dan kesehatan umum. Tidak terdapat korelasi bermakna antara kualitas hidup dengan faktor demografis pasien (p > 0,05). Kesimpulan: Kualitas hidup pasien DM geriatri cenderung rendah pada aspek fisik namun masih menunjukkan hasil yang baik pada aspek mental dan emosional. Faktor demografis tidak berkontribusi signfikan sehingga faktor lain yang bersifat klinis, psikososial dan sprilitual perlu dipertimbangkan dalam penelitan maupun intervensi selanjutnya memahami faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien DM geriatri secara lebih holistik.