This Author published in this journals
All Journal Journal of Midwifery
LEZI YOVITA SARI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA BENGKULU LEZI YOVITA SARI; SURYO EDIYONO
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i2.10260

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi pada wanita usia subur (WUS). Ketidakcukupan pengetahuan terkait IMS berpotensi menurunkan kualitas perilaku pencegahan, sehingga meningkatkan risiko penularan pada kelompok ini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan IMS pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, dan analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 95%. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan perilaku pencegahan IMS yang positif. Uji bivariat menghasilkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan IMS pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan IMS. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki responden, semakin positif perilaku pencegahan yang dilakukan. Edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan upaya pencegahan IMS pada masyarakat.