This Author published in this journals
All Journal Journal of Midwifery
YATRI HILINTI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA BENGKULU YULAN OKTA SARI; LEZI YOVITA SARI; YATRI HILINTI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i2.10838

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi pada wanita usia subur (WUS). Ketidakcukupan pengetahuan terkait IMS berpotensi menurunkan kualitas perilaku pencegahan, sehingga meningkatkan risiko penularan pada kelompok ini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan IMS pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi seluruh Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu dengan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 97 responden yang akan diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai α = 0,05.. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap pencegahan IMS yang positif. Uji bivariat menghasilkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan Sikap pencegahan IMS pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan IMS. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki responden, semakin positif sikap pencegahan yang dilakukan. Edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan upaya pencegahan IMS pada masyarakat.