Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Dinamika Psikologis Korban Kekerasan Dalam Pacaran Dari Perspektif Teori Konflik Galtung Husnul Khotimah; Mernon Yerlinda C. Mage; Noorce Ch. Berek
Wacana Psikokultural Vol 1 No 01 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v1i01.9792

Abstract

This study intends to describe the psychological dynamics by revealing more deeply about the feelings, thoughts, and behaviors experienced by female students who are victims of dating violence. This study uses a qualitative approach in a descriptive form and uses a case study technique. This study uses observation, interview and documentation techniques to understand the attitudes, views, feelings, and behavior of victims in depth. Researchers try to explore the response that appears in victims of dating violence. There were 5 participants in this study, who were obtained through the snowball sampling technique. Based on the research conducted, it can be concluded that each victim who experiences dating violence has different psychological dynamics, namely actions or real events that occur to participants in the study, as well as an overview of psychological dynamics from the perspective of Galtung's ABC conflict theory which includes Contradiction, Attitude and Behavior
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Adelheid Elfensiana Luron; Mernon Yerlinda C. Mage; Zerlinda Christine Aldira Sanam; Noorce Christiani Berek
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i6.546

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi kritis yang tidak hanya mencakup pertumbuhan fisik, tetapi juga mencerminkan proses menuju kematangan secara mental, emosional, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir di FKM Universitas Nusa Cendana. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain uji hipotesis. Teknik pengambilan sampel menggunakan tabel Krejcie dan Morgan dengan jumlah sampel 148 mahasiswa tingkat akhir FKM Universitas Nusa Cendana yang sedang menyusun skripsi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala efikasi diri dan skala resiliensi. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir. Selain itu nilai R² sebesar 0,405, artinya bahwa efikasi diri memberikan pengaruh atau kontribusi efektif sebesar 40,5% terhadap resiliensi sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak fakultas mengembangkan program pelatihan peningkatan efikasi diri dan resiliensi bagi mahasiswa tingkat akhir.
Systematic Literature Review: Pengembangan Minat dan Bakat Anak Sebagai Langkah Awal Pengembangan Karir Frank Jeconiah; Yesika Litik; Vialin Bessie; Clara Ndun; Mernon Yerlinda C. Mage; Jesica S. Bessie
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i1.5256

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengembangan minat dan bakat anak sebagai langkah awal pengembangan karier. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan mensintesis berbagai penelitian terkait pengembangan minat dan bakat anak. Hasil literatur review menunjukkan bahwa pengembangan minat dan bakat anak merupakan fondasi penting dalam membentuk kesiapan karier sejak dini. Proses ini dipengaruhi oleh faktor internal serta faktor eksternal seperti peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sosial. Beberapa hambatan juga ditemukan, seperti keterbatasan waktu orang tua dan minimnya fasilitas sekolah. Kesimpulannya, pengembangan minat dan bakat anak merupakan proses yang penting dan berkaitan erat dengan kesiapan karier sejak dini. Dukungan yang optimal dari berbagai pihak membantu anak mengenal potensi diri dan membangun orientasi masa depan lebih terarah.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING GURU NON-PLB DI SLB Natalie Angel Lyke Batoek; Yeni Damayanti; Mernon Yerlinda C. Mage; R. Pasifikus Ch. Wijaya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9760

Abstract

Psychological well-being is a fundamental pillar that ensures the sustainability of teachers' careers and the quality of instruction. However, educators with non-special education (non-PLB) backgrounds who work in Special Needs Schools (SLB) face significant challenges. These teachers often experience mental stress and technical obstacles due to limited specific knowledge in guiding children with special needs. This study aims to explore the picture of psychological well-being and identify the determinants that influence it in the SLB Negeri Pembina Kupang environment. Using descriptive qualitative methods, this study collected data through semi-structured interviews with four non-PLB teachers with less than five years of service, which were analyzed in depth using thematic analysis procedures. The research findings indicate that psychological well-being is significantly influenced by internal factors, including perseverance, resilience, emotional regulation skills, motivation for personal growth, and the meaning of the profession as a life calling that provides emotional satisfaction from student progress. In addition, external factors such as strong social support from colleagues, the principal, and parents are also crucial elements. The main conclusion is that the psychological well-being of these educators is the result of a dynamic interaction between personal capacity and socio-environmental support. These findings recommend the need for mental health strengthening programs for non-special education teachers to ensure the creation of a higher-quality inclusive education ecosystem. ABSTRAK Kesejahteraan psikologis merupakan pilar fundamental yang menjamin keberlanjutan karier serta kualitas instruksional guru, namun tantangan besar dihadapi oleh tenaga pendidik berlatar belakang non-pendidikan luar biasa (non-PLB) yang bertugas di Sekolah Luar Biasa (SLB). Para guru ini sering kali mengalami tekanan mental dan hambatan teknis karena keterbatasan pengetahuan spesifik dalam membimbing anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran kesejahteraan psikologis serta mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhinya di lingkungan SLB Negeri Pembina Kupang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui teknik wawancara semi-terstruktur terhadap empat guru non-PLB dengan masa pengabdian kurang dari lima tahun, yang dianalisis secara mendalam menggunakan prosedur analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dipengaruhi secara signifikan oleh faktor internal, yang meliputi aspek ketekunan, resiliensi, kemampuan regulasi emosi, motivasi pertumbuhan pribadi, serta pemaknaan profesi sebagai panggilan hidup yang memberikan kepuasan emosional atas kemajuan siswa. Selain itu, faktor eksternal berupa dukungan sosial yang kuat dari rekan sejawat, kepala sekolah, dan orang tua siswa turut menjadi elemen krusial. Sebagai simpulan utama, kesejahteraan psikologis para pendidik ini merupakan hasil interaksi dinamis antara kapasitas personal dan dukungan lingkungan sosial-lingkungan. Temuan ini merekomendasikan perlunya program penguatan mental bagi guru non-PLB guna memastikan terciptanya ekosistem pendidikan inklusif yang lebih berkualitas.    
GAMBARAN RESILIENSI KARYAWAN PERBANKAN DI KOTA KUPANG (STUDI DESKRIPTIF KARYAWAN BANK BNI, BRI DAN MANDIRI) Lestari Wirawati W. Malana; M. K. P Abdi Keraf; Mardiana Artati; Mernon Yerlinda C. Mage
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14443

Abstract

The banking work environment, characterized by performance targets, customer service pressures, high workloads, and dynamic workplace relationships, requires employees to possess resilience in order to effectively adapt to and cope with various occupational challenges. This study aimed to explore the resilience of banking employees based on the perspective of Reivich and Shatte's resilience theory. The study employed a descriptive qualitative approach to understand employees' subjective experiences in dealing with work-related pressures and challenges. The participants consisted of six banking employees from BNI, BRI, and Mandiri, selected using purposive sampling techniques. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Miles and Huberman’s data analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that banking employee resilience is formed through three major themes: self-competence and self-regulation, work adaptation and performance effectiveness, and interpersonal dynamics. The first theme consists of self-confidence, emotional regulation, positive work attitudes, careful decision-making, and stress management. The second theme includes work commitment and success in overcoming challenges, while the third theme encompasses social support and work collaboration. The results indicate that employee resilience is influenced not only by individual capabilities in self-management and adaptation to job demands but also by social support and positive workplace relationships. Therefore, resilience serves as an essential factor that enables employees to maintain performance and effectively cope with work pressures in the banking sector.   ABSTRAK Lingkungan kerja perbankan yang ditandai dengan tuntutan target, tekanan pelayanan kepada nasabah, beban kerja yang tinggi, serta dinamika hubungan kerja menuntut karyawan untuk memiliki kemampuan resiliensi agar mampu bertahan dan beradaptasi secara efektif dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi karyawan perbankan berdasarkan perspektif teori Reivich dan Shatte. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pengalaman subjektif karyawan dalam menghadapi tekanan dan tantangan kerja. Partisipan penelitian berjumlah enam orang karyawan perbankan yang bekerja pada Bank BNI, BRI, dan Mandiri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi karyawan perbankan terbentuk melalui tiga tema besar, yaitu kompetensi dan regulasi diri, adaptasi kerja dan efektivitas kinerja, serta dinamika interpersonal. Tema pertama terdiri atas subtema kepercayaan terhadap kemampuan diri, kemampuan regulasi emosi, sikap positif dalam bekerja, pengambilan keputusan yang hati-hati, dan manajemen stres. Tema kedua meliputi komitmen kerja dan keberhasilan menghadapi tantangan, sedangkan tema ketiga mencakup dukungan sosial dan kolaborasi kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resiliensi karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengelola diri dan beradaptasi terhadap tuntutan pekerjaan, tetapi juga oleh dukungan sosial dan hubungan kerja yang positif. Dengan demikian, resiliensi menjadi faktor penting yang membantu karyawan mempertahankan kinerja dan menghadapi tekanan kerja di lingkungan perbankan.