Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menggali Makna Akuntabilitas di Lembaga Sosial Pesantren: Studi Fenomenologis pada Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng Humaidi; Dwi Ari Pertiwi; Rachma Agustina; Meta Ardiana
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna akuntabilitas sebagaimana dipersepsikan dan dipraktikkan oleh para pengelola Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif, penelitian ini berupaya memahami secara mendalam pengalaman subjektif para pelaku lembaga dalam menjalankan akuntabilitas, baik dalam aspek formal maupun nilai-nilai spiritual keislaman. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap delapan informan kunci yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui teknik tematik dengan tahapan coding manual, reduksi data, dan sintesis makna. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) akuntabilitas sebagai amanah spiritual yang berakar pada nilai-nilai keagamaan seperti shiddiq, amanah, dan mas’uliyyah; (2) praktik akuntabilitas relasional dan partisipatif yang dijalankan melalui media sosial, forum warga, dan komunikasi informal; serta (3) tantangan teknis dalam pelaporan yang disikapi dengan pendekatan adaptif berbasis nilai profetik. Temuan ini menunjukkan bahwa akuntabilitas di LSPT tidak semata-mata dimaknai sebagai pelaporan administratif, melainkan sebagai manifestasi tanggung jawab spiritual dan sosial yang terinternalisasi dalam budaya pesantren. Penelitian ini memperkuat wacana akuntabilitas profetik dan menunjukkan pentingnya integrasi antara nilai spiritual dan sistem pelaporan berbasis komunitas dalam tata kelola lembaga sosial Islam. Implikasi konseptual dan praktis dari temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model akuntabilitas yang kontekstual dan berkeadilan dalam organisasi keagamaan.
Eksplorasi Penerapan Metode FIFO dalam Pengelolaan Persediaan Toko Ritel Kecil: Kendala Keterbatasan Ruang dan Literasi Digital di Era Modern (Studi Kualitatif di Jombang) Arindra Syahramdani; Humaidi; Putri Ayu Nabila; Silvi Qori'ah
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor ritel kecil di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga efisiensi operasional di tengah pesatnya digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam implementasi metode First in First Out (FIFO) pada toko ritel kecil di Jombang, serta mengidentifikasi hambatan terkait keterbatasan ruang dan literasi digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh pemilik toko ritel mandiri serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan (80%) telah menerapkan metode FIFO secara intuitif melalui penataan fisik barang lama di posisi depan atau atas untuk meminimalkan risiko kedaluwarsa. Namun, efektivitas metode ini sangat terhambat oleh kendala keterbatasan ruang (90%) yang meliputi gudang sempit dan rak pajangan yang terbatas. Selain itu, rendahnya literasi digital dan hambatan psikologis akibat kegagalan teknologi di masa lalu membuat pemilik toko cenderung bertahan pada sistem pencatatan manual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun strategi FIFO manual cukup efektif, keberlangsungan operasional ritel kecil masih sangat bergantung pada kedisiplinan rotasi stok fisik secara mandiri di tengah keterbatasan infrastruktur dan teknologi.
Aktualisasi Audit Internal dalam Pencegahan dan Pendeteksian Fraud di Era Digitalisasi Muhammad Nasif Nasirudin; Humaidi; Diana Wijayanti; Mahardika Farel BP; Teresa Aulya Lestari
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam aktivitas bisnis, terutama melalui meningkatnya kompleksitas transaksi dan penggunaan sistem berbasis teknologi informasi. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang terjadinya kecurangan (fraud) seperti manipulasi sistem dan kejahatan siber. Maka audit internal memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pencegahan dan pendeteksian fraud di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktualisasi peran audit internal dalam pencegahan dan pendeteksian fraud pada era digitalisasi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai artikel ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas audit internal dipengaruhi oleh pelaksanaan tahapan audit yang sistematis, penerapan sistem pengendalian internal yang kuat, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam proses audit. Selain itu, audit internal juga berperan dalam mendeteksi penyimpangan secara dini melalui pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Namun, digitalisasi juga menimbulkan tantangan baru berupa meningkatnya kompleksitas fraud berbasis teknologi dan risiko keamanan data. Maka auditor internal dituntut untuk meningkatkan kompetensi teknologi, menjaga independensi, serta memperkuat integritas profesional. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam fungsi audit internal dalam menghadapi risiko fraud di era digital.
Eksplorasi Cash Accounting pada Pedagang di Desa Cukir Jombang Zahra Qurrota A'yunina Kurniawan; Humaidi; Fara Ardita Putri; Ummu Latifah
Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengobservasi penerapan akuntansi kas (cash accounting) oleh pedagang kelontong di Desa Cukir, Jombang, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap 10 responden. Hasil menunjukkan dominasi usaha mikro seperti warung kelontong (60%) dan pedagang pasar tradisional (40%), dengan transaksi tunai harian fluktuatif yang bergantung pada arus kas sederhana menggunakan buku tulis. Sistem cash accounting dipilih karena kemudahan, biaya rendah, dan faktor turun-temurun, meskipun menghadapi tantangan seperti pencampuran keuangan pribadi-usaha, keterbatasan waktu, dan literasi keuangan rendah. Praktik ini efektif untuk likuiditas harian, tetapi menghambat analisis laba jangka panjang, akses permodalan, dan pertumbuhan UMKM. Kesimpulan menekankan urgensi pendampingan literasi keuangan dasar dan alat pencatatan sederhana untuk meningkatkan akuntabilitas tanpa mengorbankan efisiensi operasional, sehingga mendukung keberlanjutan usaha sesuai SAK EMKM.