Wahyu Agus Rediyanto
Universitas PGRI Silampari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Demam Minisoccer: Fenomena Sosial Baru di Bumi Silampari yang Menyatukan Berbagai Jenjang Generasi Adika Fatahilah; Riko Darmawan; Wahyu Agus Rediyanto; Daqo Ikul Akbar; Nurul Hasana; Juhandi
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena sosial “demam minisoccer” di Bumi Silampari sebagai wadah interaksi lintas generasi serta sebagai bentuk aktivitas sosial dalam masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berfokus pada pengamatan perilaku sosial dan makna yang muncul dari aktivitas minisoccer. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi visual dari para pemain, pengelola lapangan, penyedia jasa, aparat pemerintah daerah, dan masyarakat dari berbagai generasi yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena demam minisoccer di Bumi Silampari muncul karena beberapa faktor utama, yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga dan kesehatan, kemudahan akses terhadap fasilitas lapangan modern, serta pengaruh media sosial dalam membentuk tren gaya hidup aktif. Selain itu, aktivitas minisoccer juga menciptakan ruang interaksi sosial lintas usia dan profesi, memperkuat solidaritas antarwarga, serta membuka peluang ekonomi lokal melalui penyewaan lapangan, penyelenggaraan turnamen, dan usaha kuliner di sekitar lokasi pertandingan. Secara keseluruhan, minisoccer di Bumi Silampari tidak lagi sekadar olahraga rekreasi, melainkan telah berkembang menjadi fenomena sosial baru yang mempererat hubungan sosial dalam masyarakat serta menegaskan identitas budaya olahraga lokal.