Program Pelatihan Pengelasan Praktis Berbasis Industri ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Keputih–Surabaya. Metodologi pengabdian dilakukan melalui tiga tahap: persiapan (survei dan analisis kebutuhan di SMKN 2 serta SMKN 5 Surabaya), penyusunan kurikulum (integrasi teori, praktik SMAW, dan standar K3), serta pelaksanaan dan evaluasi berbasis blended learning. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata kompetensi peserta sebesar 76,75 (kategori “Baik”), dengan capaian aspek non-teknis (87,50%) yang melampaui aspek teknis (72,14%). Kesenjangan psikomotorik teridentifikasi pada indikator kontrol cacat las, stabilitas busur, dan teknik weaving. Analisis profil menunjukkan keunggulan teknis pada SMKN 5, sementara SMKN 2 lebih menonjol dalam aspek non-teknis. Temuan ini menegaskan pentingnya pendampingan diferensial dan asesmen awal (pre-test) guna menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan spesifik tiap institusi. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis, etos kerja, dan kesiapan kerja siswa sesuai tuntutan industri modern.