p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sewagati
Edwin Nugroho Njoto
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi SADARI dan Pendampingan SADANIS–USG untuk Meningkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara pada Wanita Usia ≥40 Tahun di Komunitas Erna Furaidah; Muhammad Nazhif Haykal; Gumilar Fardhani Ami Putra; Ivor Wiguna Hartanto Wilopo; Fatimah Nur Fitriani; Ratri Dwi Indriani; Sonny Fadli; Rizka Nurul Hidayah; Anwar Djunaidi; Lely Nurhayati; Edwin Nugroho Njoto
Sewagati Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i1.9151

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, khususnya pada kelompok usia di atas 40 tahun. Rendahnya kesadaran dan keterampilan deteksi dini menjadi faktor yang berkontribusi pada keterlambatan diagnosis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik deteksi dini kanker payudara melalui edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) serta pendampingan pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) dan USG bagi wanita usia ≥40 tahun di komunitas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi berbasis ceramah interaktif, demonstrasi praktik SADARI menggunakan phantom payudara, sesi tanya jawab, serta pendampingan rujukan SADANIS–USG ke fasilitas kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kuesioner untuk menilai kesiapan perilaku pemeriksaan rutin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 40% setelah intervensi edukasi SADARI serta peningkatan proporsi peserta yang memahami melakukan deteksi dini SADARI secara berkala tiap bulan mencapai 100%. Kegiatan SADANIS dan USG diikuti 45 peserta dari target 50 peserta, memberikan pernyataan dampak positif berupa peningkatan kesadaran, keterampilan, dan tindakan deteksi dini kanker payudara. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kolaborasi fasilitas pelayanan kesehatan dan kader komunitas.
Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat Melalui Seminar Awam Kanker Serviks dan Prostat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Ahmad Ridhoi; Muhammad Rifqi Nur Ramadani; Edwin Nugroho Njoto; Dhany Arifianto; Yuri Pamungkas; Zain Budi Syulthoni
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9147

Abstract

Kanker serviks dan kanker prostat merupakan penyebab morbiditas utama di Indonesia yang seringkali terlambat dideteksi akibat rendahnya literasi kesehatan serta hambatan psikologis berupa rasa takut dan tabu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui pendekatan promotif yang komprehensif. Metode pelaksanaan meliputi penyelenggaraan seminar awam kesehatan reproduksi yang menghadirkan pakar Onkologi Ginekologi dan Urologi, serta diintegrasikan dengan layanan pendaftaran skrining on-site gratis. Evaluasi efektivitas program dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test terhadap 91 responden. Hasil analisis menunjukkan dampak positif yang signifikan, dengan peningkatan skor pengetahuan kumulatif sebesar 21% dan skor sikap sebesar 26%. Strategi integrasi layanan terbukti sukses menjembatani kesenjangan perilaku, di mana 100% peserta menyatakan niat melakukan skrining dan 73,3% di antaranya langsung mendaftar pemeriksaan HPV DNA dan PSA di lokasi kegiatan. Selain itu, media komunikasi berbasis komunitas (WhatsApp) teridentifikasi sebagai saluran promosi paling efektif menjangkau kelompok usia risiko tinggi. Disimpulkan bahwa model edukasi berbasis pakar yang disertai akses layanan langsung merupakan strategi intervensi yang efektif untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kanker.