Penyakit Basal Stem Rot (BSR) pada kelapa sawit akibat jamur Ganoderma boninense merupakan ancaman serius dan gejala visual sering muncul terlambat sehingga deteksi dini sangat dibutuhkan. Studi ini menyajikan rancangan dan penerapan skrining noninvasif berbasis radar gelombang kontinu 24 GHz pada dua titik batang yaitu bawah dan atas berjarak 1 m dengan jarak sensor ke permukaan 10 cm. Akuisisi dilakukan kontinu selama sekitar 8 jam per pohon pada 512 Hz per kanal dan dicacah per 1 menit. Sinyal kemudian diringkas menjadi Mean Power Frequency (MPF) untuk masing-masing titik. Uji di Kebun PPKS Marihat menunjukkan pola yang dapat dibaca secara operasional. Kategori sehat cenderung bernilai rendah dengan kecenderungan menurun, kategori infeksi ringan berada pada nilai menengah dengan penurunan lebih landai, sedangkan kategori infeksi berat bernilai tinggi dengan kecenderungan meningkat. Perbedaan dua titik membantu membaca distribusi air di batang sebagai indikasi awal gangguan xilem. Alur kerja dibuat sederhana sehingga memungkinkan kapasitas 3 pohon per hari dan pelaporan pada hari berikutnya disertai penandaan pohon. Pendekatan ini memberi dasar praktis untuk memprioritaskan pemantauan dan tindakan dini di tingkat blok serta berpotensi direplikasi sebagai bagian dari inspeksi rutin kebun.