This Author published in this journals
All Journal Ecoducation
Maria Angela Siokalang
Kewirausahaan, Institut Shanti Bhuana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Penguatan Kapasitas Kewirausahaan Dalam Optimalisasi Daya Saing UMKM di Wilayah Perbatasan: The Role of Strengthening Entrepreneurial Capacity in Optimizing the Competitiveness of MSMEs in Border Areas Maria Angela Siokalang; Dedy Dedy; Yeremia Niaga Atlantika; Linda Wahyuni
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 1 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i1.2703

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penguatan kapasitas kewirausahaan dalam mengoptimalkan daya saing UMKM yang beroperasi di wilayah perbatasan, dengan fokus pada Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Meskipun pemerintah telah mendorong digitalisasi dan menyediakan berbagai program pelatihan kewirausahaan, temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perbatasan masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur digital, akses pelatihan yang tidak merata, serta minimnya dukungan pasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner Delphi, studi pustaka, serta Focus Group Discussion yang kemudian divalidasi dan dianalisis menggunakan NVivo 15, penelitian ini menggambarkan dinamika adaptasi UMKM pada tiga klaster usaha: kuliner, jasa, dan ekonomi kreatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan daya saing lebih banyak ditopang oleh inisiatif individu, pembelajaran mandiri, kreativitas lokal, serta pemanfaatan digitalisasi secara terbatas. Namun berbagai tantangan seperti kesenjangan digital, tidak tersedianya pelatihan formal yang memadai, serta belum optimalnya praktik ekonomi hijau menjadi penghambat utama. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas kewirausahaan melalui program pelatihan yang lebih inklusif, perbaikan infrastruktur, dan kebijakan pemberdayaan yang lebih sensitif terhadap konteks wilayah perbatasan.