Dandi Cahyadi
Program Studi Penyuluhan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan dan Literasi Digital bagi Pelaku UMKM dalam Implementasi QRIS di Kelurahan Matabubu, Kota Kendari Rizal Adi Saputra; Mursalim Mursalim; Weka Gusmiarty Abdullah; Edi Syah Mihrad; Putu Aribawa; La Ode Santiaji Bande; Marni Mulyani; Rizkah Nurhasanah; Dandi Cahyadi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2432

Abstract

Rendahnya literasi pembayaran digital dan keterbatasan akses terhadap layanan perbankan menyebabkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Matabubu masih bergantung pada transaksi tunai dan belum optimal memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kondisi ini mendorong perlunya kegiatan pendampingan berbasis kebutuhan mitra. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan pelaku UMKM dalam mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif partisipatif melalui tahapan persiapan, edukasi, pendampingan teknis, dan evaluasi sebelum–sesudah pendampingan terhadap 15 pelaku UMKM. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan wawancara singkat, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 5 pelaku UMKM (33%) berhasil mengaktifkan dan menggunakan QRIS setelah pendampingan, sementara peserta lainnya mengalami kendala berupa rendahnya literasi digital, ketiadaan rekening bank, dan keterbatasan modal usaha. Selain capaian teknis, kegiatan ini memberikan dampak berupa peningkatan pemahaman dan perubahan sikap pelaku UMKM terhadap pembayaran digital. Pendampingan QRIS terbukti efektif sebagai tahap awal transformasi perilaku digital UMKM, meskipun diperlukan pendampingan lanjutan dan penguatan inklusi keuangan agar adopsi QRIS dapat berkelanjutan.