Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TENDENSI PENERAPAN PERANGKAT LUNAK BIM (Building Information Modeling) DAN NON-BIM PADA MATA KULIAH PERANCANGAN ARSITEKTUR Annizar Bachri; Endah Mustikowati; Wibisono Bagus Nimpuno
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.001

Abstract

Perangkat lunak berbasis Computer Aided Design (CAD) masih menjadi salah satu andalan setiap mahasiswa dalam kegiatan mendesain pada mata kuliah perancangan. Namun, hal tersebut dapat menjadi masalah pada era digitalisasi yang terus berkembang pesat karena disatu sisi perangkat lunak berbasis Building Information Modeling (BIM) sudah mulai banyak digunakan untuk merancang. Perangkat lunak berbasis BIM dalam dunia desain memberikan solusi yang lebih efisien dan terintegrasi, serta sudah berkembang sejak beberapa tahun silam. Metode BIM menawarkan efisiensi waktu pengerjaan desain yang lebih adaptif dan terukur sehingga dapat membantu mahasiswa dalam membuat gambar rancang yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecenderungan mahasiswa arsitektur yang aktif dalam merancang menggunakan perangkat lunak pada mata kuliah perancangan arsitektur khususnya pada rancangan yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menguji hipotesis dengan mengidentifikasikan tiga faktor dalam kecenderungan pemilihan perangkat lunak BIM dan non-BIM yang memiliki pengaruh penting dalam proses pembelajaran yaitu self-rated Proficiency (Kemampuan), Learning Time / Exposure (Waktu), dan Functional Tendency Principle (Fungsi).  Hasil dari penelitian menunjukan sebagian besar mahasiswa masih cenderung menggunakan perangkat lunak non-BIM. Mahasiswa dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi, masa studi yang lebih panjang, serta kemampuan menyesuaikan penggunaan perangkat lunak dengan kebutuhan perancangan, cenderung memilih BIM sebagai perangkat utama dalam proses desain lanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa tiga faktor tersebut memiliki keterkaitan terhadap kecenderungan mahasiswa dalam memilih BIM atau non-BIM.