Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Arsitektur Modern Pada Desain Masjid Istiqlal Rahil Muhammad Hasbi; Wibisono Bagus Nimpuno
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.326 KB) | DOI: 10.22441/vitruvian.2018.v8i2.005

Abstract

Modern architecture in its golden age has given a lot of influences to many architectures around the world. The spread of modern architecture at that time could not be stopped and became a style that is widely used throughout the world including IndonesiaThe influence of modern architecture emerged in Indonesia during the Dutch colonial occupation. European architects at that time introduced classical European architecture and modern architecture to Indonesian society. During the Colonial occupation and at the beginning of Indonesian independence, European architects designed public buildings such as government buildings, places of worship( like mosques and churches) and commercial buildings as well as several residences using classical European architectural and modern architecture.As the example that we can still see now is the Istiqlal Mosque in Jakarta, Indonesia, which was designed by architect Friedrich Silaban who self-taught modern architecture. The design of the Istiqlal mosque at a glance looks very much influenced by modern architecture, although domes and tower as a characteristic of Middle East architecture is still been used.The mosque as a whole is designed to look monumental which emphasized the used of a mixture of modern architecture styles. 
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN OPENNESS TO EXPERIENCE TERHADAP ADAPTASI RUANG BEKERJA DI RUMAH Wibisono Bagus Nimpuno; Rahil Muhammad Hasbi
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i2.009

Abstract

Ruang dapat melakukan intervensi dan membentuk perilaku seseorang, sehingga aspek psikologi dalam membentuk sebuah ruang perlu diperhatikan berdasarkan kondisi sosial maupun kepribadian dari pengguna supaya memberikan kenyamanan serta memenuhi kebutuhan pengguna secara psikis. Rumah seyogyanya merupakan tempat untuk bernaung, namun pada konteks yang lebih luas rumah dapat dijadikan tempat untuk bekerja dan belajar (terlebih pada kondisi pandemi, dimana banyak aktifitas bekerja maupun belajar dilakukan didalam rumah). Penelitian ini bertujuan untuk menggali keterkaitan kepribadian openness to experience dengan kecenderungan dalam memilih ruang bekerja dirumah sebagai bagian dari proses adaptasi untuk menciptakan sebuah ruang inklusif di rumah. Metode yang digunakan adalah analisis isi dengan data yang diperoleh dari kuesioner. Hasil akhir yang diharapkan adalah sebuah pola model hipotesa adaptasi responden terhadap ruang belajar atau bekerja di rumah berdasarkan tipe kepribadian big five inventory (khususnya seseorang dengan kepribadian openness to experience).
PREFERENSI KARYAWAN TERHADAP RUANG BEKERJA DI RUMAH TINGGAL SELAMA MASA PANDEMI BERDASARKAN KEPRIBADIAN MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR (MBTI) Yogi Mudzakir; Wibisono Bagus Nimpuno
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2021.v10i3.006

Abstract

Work from home (WFH) merupakan kegiatan bekerja yang dilakukan dari rumah, kegiatan tersebut bukan merupakan hal baru pada masa revolusi industri 4.0 dan sudah dilakukan sejak tahun 1980an, saat internet telah ditemukan. Namun, kegiatan tersebut massif dilakukan pada saat pandemik covid-19 yang merebak pada tahun 2020 diseluruh dunia. Di Indonesia, kegiatan WFH dilakukan oleh beberapa perusahaan merujuk pada peraturan pemerintah terhadap pengendalian penularan virus. Karyawan dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan bekerja yang baru, yaitu rumah tinggal. Bekerja dari rumah berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kesehatan mental, diantara stress hingga depresi, sehingga untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat aktifitas bekerja dari rumah, diperlukan sebuah pendekatan dalam perancangan rumah tinggal untuk memenuhi kebutuhan aktifitas bekerja di rumah. Perancangan tersebut disusun berdasarkan pendekatan kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) karena setiap individu memiliki keunikan karakter yang berpengaruh terhadap efisiensi, efektifitas kerja dan kesehatan mental. Data diperoleh dari kuesioner terbuka dengan pendekatan visual/gambar. Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah pola layout ruang bekerja yang diinginkan berdasarkan kepribadian MBTI dari hasil analisis isi. Work from home (WFH) is a work activity that is carried out from home, this activity has been carried out for a long time since the industrial revolution 4.0 began, specifically in the 1980s, when the internet was invented. However, this activity was carried out massively at the time of the Covid-19 pandemic that broke out in 2020 around the world. In Indonesia, WFH activities are carried out by several companies referring to government regulations on controlling virus transmission. Employees are required to adapt to a new work environment, namely a home. Working from home has the potential to cause mental health problems, ranging from stress to depression, so to reduce the impact of working from home, an approach is needed in residential design to meet the needs of working at home activities. The design is based on the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) personality approach because each individual has a unique character that affects work efficiency, effectiveness and mental health. Data obtained from open questionnaires with a visual / image approach. The final result obtained from this research is the desired workspace layout pattern based on the MBTI personality from the results of the content analysis.
POST-OCCUPANCY EVALUATION: THE APPLICATION OF UNIVERSAL DESIGN IN HAYRETTIN PAŞA SQUARE, ISTANBUL Wibisono Bagus Nimpuno
SINERGI Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.893 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2017.1.006

Abstract

Ruang terbuka public yang baik adalah ruang terbuka public yang bias menampung semua aktifitas yang dibutuhkan oleh orang – orang, baik yang bersifat personal maupun kelompok. Ruang terbuka publik yang berhasil dapat diukur oleh beberapa kriteria keberhasilan (pps.org). Kriteria tersebut diantaranya dapat mudah diakses, interaktif, bermanfaat, dan nyaman. Kriteria – kriteria tersebut harus memenuhi kebutuhan manusia, termasuk orang-orang disabilitas. Bagi orang-orang disabilitas, desain universal menjadi salah satu konsep perancangan yang sesuai untuk memenuhi semua kebutuhan manusia. Desain universal mengacu pada spectrum ide yang cukup luas, bertujuan untuk menghasilkan bangunan, produk dan lingkungan yang secara umum dapat dimanfaatkan oleh semua orang tanpa batasan. Di area perkotaan, desain universal merupakan sesuatu hal yang relatif baru, oleh sebab itu penerapan desain universal di area perkotaan perlu dievaluasi, terutama pada ruang terbuka publik sebagai salah satu elemen perkotaan. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO World Report, 2011), jumlah orang disabilitas di dunia mencapai lebih dari 1 miliar, dan mereka harus memiliki keadilan sosial dan kesetaraan di ruang kota. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengevaluasi ruang terbuka publik yang ada dengan menggunakan metode evaluasi pasca huni menuju prinsip-prinsip desain yang sesuai dan universal dalam praktek desain perkotaan. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk menemukan kekurangan dalam proses desain ruang terbuka publik. Ruang terbuka publik tepi laut dipilih sebagai area penelitian karena memberikan dampak sosial dan ekonomi yang cukup signifikan bagi kawasan perkotaan.
Madrasah sebagai Inkubator Komunitas dalam Peningkatan Kualitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Pulau Lancang Besar Nimpuno, Wibisono Bagus; Hasbi, Rahil M.; Jamila, Rona Fika; Vidiyanti, Christy; Putra, Gentina Pratama
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 2 No 3 (2024): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v2i3.129

Abstract

This community service program was conducted at Madrasah Diniyah Thoyyibah Islamiyah, Pulau Lancang Besar, with the aim of encouraging community participation in improving the physical quality of the madrasah environment and establishing the madrasah as an incubator for local socio-economic development. This initiative represents the university's contribution to the Community Action Plan (CAP) program initiated by the Jakarta Provincial Government in 2021 on Pulau Lancang Besar. The previously implemented CAP program primarily focused on the physical aspects of environmental improvement for restructuring slum settlements, leaving socio-economic issues as a lower priority. Through this community service program, socio-economic aspects were integrated into environmental improvement efforts, with the madrasah serving as the primary driver. Participatory discussions were held with the community to design and implement programs aimed at enhancing the physical, social, and economic quality of the community, with the university acting as a partner in planning and implementation support. The program outcomes demonstrated improvements in the madrasah's physical environment, strengthened its role as a center for social and economic activities, and increased active community involvement, fostering a stronger sense of ownership and shared responsibility. The integration of physical improvements and socio-economic development has proven to contribute significantly to community development, particularly in areas with limited government support. This self-managed madrasah successfully served as an effective incubator model for social and economic transformation, although the economic impacts are not yet significantly evident.
Desain Homestay pada Rumah Pesisir di Pulau Lancang Besar Kepulauan Seribu Mustikowati, Endah; Bachri, Annizar; Nimpuno, Wibisono Bagus; Permata, Suciati
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 2 No 3 (2024): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v2i3.162

Abstract

Residential settlements in the Lancang Besar Island area of Kepulauan Seribu, apart from being used as residences, also function as micro-trading places. Seeing the high tourism potential in this area, this residence can be developed into a homestay for visiting tourists. The implementation methods and strategies applied in this activity include field observations followed by qualitative data analysis and residential design planning by adding homestay facilities. Several important things that need to be emphasized in the design of homestays originating from residents' homes in coastal areas include spatial organization, destruction, materials, vegetation, sanitation and elements of locality. The locality aspect of this design emphasizes several concepts, including local architecture, local materials, recycled materials, and local culture. Design planning needs to consider local architecture, as well as the spatial relationship formed between the rented space and the homeowner so that the existence of the homestay is able to provide a spatial and cultural experience for tourism visitors and also improve the quality of life of the homestay owner.
Perencanaan Optimalisasi Ruang Hijau dengan Vertical Garden di Kampung Susun Kunir Indarwanto, Muji; Widajanti, Andjar; Nimpuno, Wibisono Bagus; Fitriani, Fitriani; Yuliani, Indri
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 6 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa - Oktober 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v6i02.6390

Abstract

Kampung Susun Kunir, sebuah kawasan padat penduduk di Jakarta Utara, menghadapi permasalahan lingkungan akibat keterbatasan ruang hijau. Kepadatan bangunan dan minimnya lahan terbuka menyebabkan penurunan kualitas udara, meningkatnya suhu mikroklimat, serta berkurangnya kenyamanan hunian. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan ruang hijau melalui penerapan konsep vertical garden sebagai solusi penghijauan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan. Kegiatan dilakukan melalui tahapan survei lokasi strategis, perencanaan desain vertical garden, hingga penyusunan usulan implementasi bersama masyarakat. Peran aktif warga dan mitra lokal, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Hasil kegiatan berupa dokumen usulan desain vertical garden yang dapat direalisasikan pada area fasad bangunan dan ruang semi terbuka, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami dan merawat elemen hijau tersebut. Program ini juga relevan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 dalam bentuk karya dosen yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Diharapkan, model pemberdayaan lingkungan ini dapat direplikasi di kawasan urban lain yang menghadapi tantangan serupa.
TENDENSI PENERAPAN PERANGKAT LUNAK BIM (Building Information Modeling) DAN NON-BIM PADA MATA KULIAH PERANCANGAN ARSITEKTUR Bachri, Annizar; Mustikowati, Endah; Nimpuno, Wibisono Bagus
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.001

Abstract

Perangkat lunak berbasis Computer Aided Design (CAD) masih menjadi salah satu andalan setiap mahasiswa dalam kegiatan mendesain pada mata kuliah perancangan. Namun, hal tersebut dapat menjadi masalah pada era digitalisasi yang terus berkembang pesat karena disatu sisi perangkat lunak berbasis Building Information Modeling (BIM) sudah mulai banyak digunakan untuk merancang. Perangkat lunak berbasis BIM dalam dunia desain memberikan solusi yang lebih efisien dan terintegrasi, serta sudah berkembang sejak beberapa tahun silam. Metode BIM menawarkan efisiensi waktu pengerjaan desain yang lebih adaptif dan terukur sehingga dapat membantu mahasiswa dalam membuat gambar rancang yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecenderungan mahasiswa arsitektur yang aktif dalam merancang menggunakan perangkat lunak pada mata kuliah perancangan arsitektur khususnya pada rancangan yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menguji hipotesis dengan mengidentifikasikan tiga faktor dalam kecenderungan pemilihan perangkat lunak BIM dan non-BIM yang memiliki pengaruh penting dalam proses pembelajaran yaitu self-rated Proficiency (Kemampuan), Learning Time / Exposure (Waktu), dan Functional Tendency Principle (Fungsi).  Hasil dari penelitian menunjukan sebagian besar mahasiswa masih cenderung menggunakan perangkat lunak non-BIM. Mahasiswa dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi, masa studi yang lebih panjang, serta kemampuan menyesuaikan penggunaan perangkat lunak dengan kebutuhan perancangan, cenderung memilih BIM sebagai perangkat utama dalam proses desain lanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa tiga faktor tersebut memiliki keterkaitan terhadap kecenderungan mahasiswa dalam memilih BIM atau non-BIM.