Fakhri Fakhri
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fakhri Fakhri
Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU) Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/datu.v1.i2.896

Abstract

Permasalahan dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah pertama, belum adanya mobil perpustakaan keliling sehingga belum mampu menjangkau pelosok desa dan belum terlaksananya perpustakaan digital. Kedua, tidak ada sosialisasi yang diadakan oleh perpustakaan desa, namun jika ada maka atas permintaan pihak desa. Ketiga, terbatasnya fasilitas yang tersedia pada mobil keliling menyebabkan pelayanan yang diberikan kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Dinas Perpustakaan dana Kearsipan dalam meningkatkan minat baca masyarakat dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan minat baca masyarakat. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam meningkatkan minat baca masyarakat belum sepenuhnya optimal. yaitu inovator dan pelaksana itu sendiri.  peran optimal dilihat dari aspek stabilisasi, modernisasi dan pionir. Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam meningkatkan minat baca masyarakat adalah belum menerapkan perpustakaan digital sehingga masyarakat harus datang langsung ke perpustakaan dan masih kurangnya koleksi buku yang dimiliki perpustakaan, kurangnya mobil perpustakaan keliling sehingga masih belum ada daya tampung untuk ke desa-desa dan koleksi buku yang disediakan masih belum lengkap, serta belum ada sosialisasi di desa-desa.