Asmawarna Sinaga
Institut Jam'iyah Mahmudiyah Langkat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sense-Making Of Shariah Digital Economy Among Muslim Micro-Entrepreneurs: A Qualitative Case Study Of Mandailing Natal Jureid; Anjur Perkasa Alam; Asmawarna Sinaga; Mufti Fahrizal Harahap; Hamdanil
Lan Tabur: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol. 7 No. 2 (2026): (March)
Publisher : LAN TABUR: Jurnal Ekonomi Syariah The Islamic University of KH. Achmad Muzakki Syah Jember, East Java. Jember Jln. Manggar Gebang Poreng 139A Patrang Jember Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lt.v7i2.164

Abstract

Introduction: The development of the Shariah digital economy presents both opportunities and challenges for Muslim micro and small enterprises (MSMEs), particularly in interpreting Shariah principles in the digital era. This study aims to explore the sense-making process of Muslim MSME actors in Mandailing Natal in understanding and implementing Shariah-compliant digital economic practices. Methods: A qualitative interpretive case study approach was employed, involving some of active MSME informants through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of digital Shariah practices. Findings indicate that Shariah compliance in digital practices is pragmatic, adaptive, and contextual, involving negotiation between technological efficiency and religious values, as well as dual legitimacy from formal authorities and personal experience. Results: The Results highlight the critical role of actor sense-making in constructing subjective understanding of complex and often ambiguous Shariah principles. Conclusion and suggestion: Theoretically, this research extends the literature on Islamic digital economy and Shariah fintech by emphasizing the interpretive social construction of Shariah compliance. Practically, the findings provide guidance for developing digital platforms, Shariah digital literacy programs, and collaborations between regulators and religious authorities to enhance inclusion and sustainability of Muslim MSMEs
Pengaruh Literasi Syariah dan Literasi Keuangan Syariah terhadap Keputusan Masyarakat Melakukan Pembiayaan di Bank Syariah Asmawarna Sinaga
Al-Ihsan: Jurnal Bisnis dan Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Ihsan : Jurnal Bisnis dan Ekonomi Syariah (Desember)
Publisher : Yayasan Rahmat Putra Kurnia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65256/jbes.v3i2.58

Abstract

Perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif, namun peningkatan aset dan jumlah lembaga keuangan syariah belum sepenuhnya diikuti oleh tingginya keputusan masyarakat dalam memanfaatkan produk pembiayaan bank syariah. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah masih rendahnya tingkat literasi syariah dan literasi keuangan syariah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi syariah dan literasi keuangan syariah terhadap keputusan masyarakat dalam melakukan pembiayaan di bank syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap masyarakat yang telah mengenal layanan perbankan syariah. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi syariah dan literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan masyarakat melakukan pembiayaan di bank syariah, baik secara parsial maupun simultan. Literasi syariah menjadi faktor yang dominan karena meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip muamalah, akad pembiayaan, serta larangan riba, sedangkan literasi keuangan syariah memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengevaluasi manfaat, risiko, dan karakteristik produk pembiayaan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai perilaku konsumen pada perbankan syariah serta menjadi masukan bagi industri perbankan syariah dalam merancang strategi edukasi dan peningkatan literasi masyarakat guna memperluas penggunaan produk pembiayaan syariah.   The development of the Islamic banking industry in Indonesia has shown significant growth; however, the increase in assets and the number of Islamic financial institutions has not been accompanied by a proportional rise in public decisions to utilize Islamic financing products. This condition is closely related to the relatively low level of Islamic literacy and Islamic financial literacy among society. This study aims to examine the influence of Islamic literacy and Islamic financial literacy on customers' decisions to obtain financing from Islamic banks. A quantitative approach was employed using a survey method involving respondents familiar with Islamic banking services. Data were collected through structured questionnaires based on a five-point Likert scale and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The findings indicate that both Islamic literacy and Islamic financial literacy have a positive and significant influence on financing decisions, both individually and simultaneously. Islamic literacy emerges as the dominant factor by enhancing public understanding of Sharia principles, Islamic contracts, and the prohibition of interest (riba), while Islamic financial literacy strengthens individuals' ability to evaluate the benefits, risks, and features of Islamic financing products. The findings contribute to the development of Islamic consumer behavior literature and provide practical implications for Islamic banking institutions in designing educational programs and literacy strategies to increase public participation in Islamic financing.