Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syattar

PENYELENGGARAAN JENAZAH ADAT BUTON DITINJAU DARI PERSPEKTIF SYARIAT ISLAM (STUDI KOMPARASI) Irma Purnamayanti
SYATTAR Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ILmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengurusan jenazah yang terbaik adalah sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Namun di tengah-tengah masyarakat masih terjadi penyimpangan dalam penyelenggaraan jenazah. Pada masyarakat di Buton yang masih melakukan kebiasaan yang tidak sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Dalam Hukum Islam jika seorang muslim meninggal dunia maka, hukumnya fardhu kifayah atas orang-orang muslim yang masih hidup untuk menyelenggarakan 4 perkara, yaitu memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan. Penelitian Ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subyek penelitiannya adalah Tokoh Agama sebagai Pelaksana dalam penyelenggaraan Jenazah. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yakni: 1) Observasi (pengamatan), baik dilakukan dengan cara observasi parsitifant maupun non parsitifant. 2). Wawancara. 3). Dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan tehnik analisis data model Miles and Hubermen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Proses pengurusan jenazah menurut Hukum Adat pada Masyarakat Buton adalah masih mentaati aturan adat dan budaya yang diwariskan leluhur mereka karena kesakralan aturan adat atau budaya yang dilakukan secara turun temurun dan masih dilakukan sampai saat ini. 2) Kesesuaian pengurusan jenazah di Masyarakat Buton adalah tidak sesuai bahwa pengurusan jenazah dalam masyarakat Buton mempunyai banyak proses dan sebagiannya yang bertentangan dengan syari’at Islam
STUDI PERBANDINGAN WAKAF BERJANGKA WAKTU MENURUT HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 La Hanuddin; Irma Purnamayanti
SYATTAR Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal: Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara Wakaf berjangka menurut hukum Islam dan undang-undang Nomor 41 tahun 2004. Jenis penelitian ini menggunakan strategi penelitian kepustakaan dengan pendekatan studi perbandingan (comperative studi). Dalam konteks illmu hukum pendekatan perbandingan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam penelitian normatif untuk menganalisis satu persoalan hukum dengan berbagai tinjauan hukum. Dalam penelitian ini persoalan hukum dimaksud adalah wakaf berjangka waktu, yang ditinjau menurut hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Menurut kompilasi hukum Islam, wakaf merupakan perbuatan hukum seseorang atau sekolompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian benda miliknya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah sesuai dengan ajaran Islam. (2) Menurut undang-undang Nomor 41 Tahun 2004, Pasal 1 ayat (1) menyebutkan bahwa wakaf merupakan perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian hartanya untuk dimanfaatkan selama-lamanya. Konsekuensi wakaf berjangka waktu menurut hukum Islam diharapkan menghasilkan sumber uang yang secara terus menerus