Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Undang-Undang Penistaan Agama Dalam Hukum Islam Rahmad Haniru; La Jidi; Abdul Nowi; Safaruddin Yahya
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7206

Abstract

This research aims to analyze the juridical law of deviant acts such as blasphemy against religion. It is important to pay attention, because religion is a sacred belief that should not be insulted or demeaned. Article 29 of the Constitution of the Republic of Indonesia states that "the Indonesian state is based on the one and only God. The research study method used in this research is a qualitative library research method. The research technique here is to use the library research method, which is carried out by searching for research data or information through reading, be it books, journals or others. The results of this research show that the law on religious blasphemy in Indonesia is determined based on law, presidential decrees and ministerial regulations. In Article 156 (a) of the Criminal Code, it is stated that every person who deliberately expresses feelings in public or commits acts that are hostile to, abuses or desecrates a religion adhered to in Indonesia or with the intention of causing people not to adhere to any religion. Those who violate this article will be subject to a maximum prison sentence of five years. In an Islamic perspective, blasphemy against the Islamic religion is like denouncing or insulting the Koran and hadith, leaving or ignoring what they contain, and turning away from the laws contained in the Koran and hadith or like teaching a heretical sect. or claiming to receive revelations or claiming to be a prophet, is certainly very contrary to the true teachings of Islam.
Peran Kajian Islam Dan Dampaknya Pada Peningkatan Wawasan Keislaman Bagi Mahasiswa Di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Musalla Kampus Al-Hikmah Um. Buton) Safaruddin Yahya; Rahmat Haniru; Madi; Muh Ridwan; La Jidi; La Hanudin; Abdul Kahar Syarifuddin; Muhammad Yusuf; Armed Tahyas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3588

Abstract

Masjid di lingkungan kampus memainkan peranan penting yang tidak sekedar dimaknai sebagai sebagai sarana tempat ibadah semata, tetapi lebih luas dapat berperan sebagai lembaga pendidikan Islam yang aktif mendukung keberhasilan pembentukan akhlak para mahasiswa. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kajian Islam di mushalla Um. Buton dan dampaknya pada peningkatan mahasiswa keislaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan penyelenggaraan pembinaan akhlak melalui pusat-pusat kajian Islam yang dilaksanakan di mushalla kampus. Kajian berupa Tafsir, Hadsit, Fiqh, Kultum dan kajian tarjih menjadi fokus Universitas untuk memberikan pemahaman nilai-nilai ajaran Islam kepada mahasiswa. Dampak dari kajian Islam yang diselenggarakan ialah mengisi pengetahuan agama mahasiswa, dampak lain ialah merubah perilaku dan meningkatnya keaktifan dalam melaksanakan ibadah melalui shalat berjamaah. Dampak lain dari kajian Islam memberikan motivasi bagi para mahasiswa untuk mengambil peran dakwah di masyarakat sebagai bukti nyata menghidupkan visi dan misi muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, amar makruf nahi munkar dan tajdid. Keaktifan mahasiswa dalam mengikuti program kajian memberikan kontribusi pada pembentukan pribadi kritis dan preventif sehingga mahasiswa dapat terhindar dari paham sekulerisme, radikal dan kapitalis.