Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Kajian Islam Dan Dampaknya Pada Peningkatan Wawasan Keislaman Bagi Mahasiswa Di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Musalla Kampus Al-Hikmah Um. Buton) Safaruddin Yahya; Rahmat Haniru; Madi; Muh Ridwan; La Jidi; La Hanudin; Abdul Kahar Syarifuddin; Muhammad Yusuf; Armed Tahyas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3588

Abstract

Masjid di lingkungan kampus memainkan peranan penting yang tidak sekedar dimaknai sebagai sebagai sarana tempat ibadah semata, tetapi lebih luas dapat berperan sebagai lembaga pendidikan Islam yang aktif mendukung keberhasilan pembentukan akhlak para mahasiswa. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kajian Islam di mushalla Um. Buton dan dampaknya pada peningkatan mahasiswa keislaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan penyelenggaraan pembinaan akhlak melalui pusat-pusat kajian Islam yang dilaksanakan di mushalla kampus. Kajian berupa Tafsir, Hadsit, Fiqh, Kultum dan kajian tarjih menjadi fokus Universitas untuk memberikan pemahaman nilai-nilai ajaran Islam kepada mahasiswa. Dampak dari kajian Islam yang diselenggarakan ialah mengisi pengetahuan agama mahasiswa, dampak lain ialah merubah perilaku dan meningkatnya keaktifan dalam melaksanakan ibadah melalui shalat berjamaah. Dampak lain dari kajian Islam memberikan motivasi bagi para mahasiswa untuk mengambil peran dakwah di masyarakat sebagai bukti nyata menghidupkan visi dan misi muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, amar makruf nahi munkar dan tajdid. Keaktifan mahasiswa dalam mengikuti program kajian memberikan kontribusi pada pembentukan pribadi kritis dan preventif sehingga mahasiswa dapat terhindar dari paham sekulerisme, radikal dan kapitalis.
The Concept of Nusyuz in Husband Wife Relations From an Islamic Legal Perspective (Case Study in Banabungi Village, South Button District) Irma Purnamayanti; La Hanudin; Wa Ode Sela Safira
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 1 No. 4 (2023): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an Islamic Law Review of the Concept of Nusyuz in Husband and Wife Relations in Banabungi Village, South Buton Regency. The main points of discussion are: a) The concept of Nusyuz in the Islamic Law Perspective in Banabungi Village, South Buton Regency and b) Husband and Wife Relations from the Islamic Law Perspective in Banabungi Village, South Buton Regency. This research uses qualitative research methods, sampling uses non-random sampling/non-probability sampling subjects, the research instrument uses a qualitative approach and the data collection used is observation, interviews and documentation and the data analysis technique used has three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that: a) Determining Nusyuz in Banabungi Village is based on the forms of violations committed by the husband/wife during marriage. b) Review of Islamic Law regarding Husband and Wife Relations in Banabungi Village, namely a harmonious family is a family that is balanced and related between husband and wife. And the ideal family according to Islam is the concept of equal partnerships or equal relationships.
WANITA KARIR PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA LAPANDEWA KAINDEA BUTON SELATAN) La Hanudin
SYATTAR Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini, akan mengkaji tentang “Hak dan Kewajiban Istri yang Berprofesi sebagai Wanita Karir dalam Perspektif Hukum Islam”, dengan masalah penelitian: 1) Peran Istri Wanita Karir Dalam Keharmonisan Keluarga di Desa Lapandewa Kaindea Buton Selatan; 2) Dampak Isteri Wanita Kareir dalam Perspektif Hukum Islam. Adapun tujuan penelitian ini: 1) Untuk mengetahui Peran Istri Wanita Karir Terhadap Keharmonisan Keluarga di Desa Lapandewa Kaindea Buton Selatan; 2) Untuk mengetahui Dampak Isteri sebagai Wanita Karir dalam Perspektif Hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis yakni metode atau strategi penelitian untuk mengungkap prespektif Hukum Islam terhadap hak dan kewajiban istri yang berprofesi sebagai Perempuan Karir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dengan membaca dan menelaah buku-buku yang berkaitan dengan masalah penelitian ini. Analisis data menggunakan model analisis isi (Content Analysis), yang mempunyai tiga syarat yaitu: objektifitas, sistematis dan generalisasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) peran istri wanita karir terhadap keharmonisan keluarga di Desa Lapandewa Kaindea Buton Selatan yaitu sebagai wanita karir yang paling utama tidak boleh melupakan peran tugas dan tanggung jawabnya sebagai isteri, 2) dampak wanita karir dalam perspektif hukum Islam adalah memiliki dampak positif dan dampak negatifnya sepanjang isteri wanita karir tidak melanggar batas-batas pergaulan yang ditetapkan oleh Islam
STUDI ANALISIS PENERAPAN SANKSI HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK DI BAWAH USIA DALAM TINJAUAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM La Hanudin
SYATTAR Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlakuan dan pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, masih marak di Indonesia. Itulah sebabnya sehingga Pemerintah melalui Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang berupaya melakukan perlindungan terhadap anak, misalnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak. Dalam upaya perlindungan atas kekerasan seksual terhadap anak sebagaimana pasal 76 maka siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum berupa pencabulan terhadap anak di bawah usia, dikenai sanksi hukum, baik pidana mati, pidana penjara maupun denda yang harus dibayar oleh pelaku. Hukuman yang diatur dalam Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang mengandung bobot pengebirian, bahan kimia, chipping, serta pengumuman, pemasangan alat pengujian elektronik dan rehabilitasi bagi pelaku kekerasan seksual. Dalam hukum Islam, perlakuan atas kekerasan seksual dibawah usia dipandang sebagai perbuatan yang tidak senonoh dan tidak etis. Tindak pidana yang dilakukan berupa hukuman hadd atau hukuman ta'zir. Banyak faktor sebagai penyebabnya terjadinya pelecehan seksual di bawah usia, baik faktor lingkungan, faktor budaya, faktor ekonomi, faktor media, dan bahkan faktor psikologis