Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Self-Care Preparedness Berbasis Teori Orem Dengan Kesiapan Mahasiswa D3 Keperawatan Dalam Situasi Gawat Darurat Pradhita Hendriyeni; Ade Rahman
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7630

Abstract

Kesiapan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi situasi gawat darurat sangat penting untuk menjamin keselamatan pasien dan efektivitas tindakan klinik. Teori Orem menekankan bahwa self-care agency atau kemampuan merawat diri sendiri berperan dalam menjaga kesiapan individu menghadapi tantangan klinik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-care preparedness berbasis Teori Orem dengan kesiapan mahasiswa D3 Keperawatan dalam menghadapi situasi gawat darurat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel terdiri dari 41 mahasiswa D3 Keperawatan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Self-Care Preparedness dan instrumen kesiapan gawat darurat yang telah tervalidasi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-care preparedness mahasiswa berada pada kategori baik, sedangkan kesiapan menghadapi situasi gawat darurat berada pada kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara self-care preparedness dan kesiapan gawat darurat (r = 0.612; p = 0.000). Self-care preparedness berperan signifikan dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi situasi gawat darurat. Integrasi pembelajaran self-care berbasis Teori Orem dalam kurikulum keperawatan diusulkan untuk meningkatkan kesiapan klinik mahasiswa. elf-care preparedness, Orem’s Theory, nursing student readiness, emergency, D3 Nursing
INTERVENSI KOGNITIF-PERILAKU UNTUK KESIAPAN OSCE MAHASISWA KEPERAWATAN Ade Rahman; Pradhita Hendriyeni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/ze6m9m72

Abstract

Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dapat memicu kecemasan performa pada mahasiswa keperawatan karena mahasiswa harus menunjukkan prosedur klinis, komunikasi, dan kontrol emosi di bawah penilaian langsung. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe intervensi bimbingan konseling kognitif-perilaku berbasis Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk memperkuat kesiapan OSCE mahasiswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pengembangan prototipe tahap awal. Partisipan berjumlah 41 mahasiswa keperawatan yang dilibatkan melalui total sampling karena seluruh mahasiswa memenuhi kriteria penelitian. Data diperoleh melalui pemetaan kebutuhan, analisis dokumen, dan sintesis literatur. Data dianalisis dengan analisis isi tematik, lalu dipetakan menjadi tema masalah, tujuan intervensi, struktur sesi, item asesmen, dan indikator evaluasi. Hasil penelitian menghasilkan lima tema masalah kesiapan OSCE, yaitu takut melakukan kesalahan kecil, respons cemas fisiologis, takut remedial, takut dinilai negatif, dan membandingkan diri dengan teman. Tema tersebut ditransformasikan menjadi prototipe intervensi REBT empat sesi. Prototipe masih memerlukan validasi ahli dan uji efektivitas empiris sebelum diterapkan secara luas.