Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan yang memanusiakan : analisis teori humanistik dan realitas dehumanisasi di sekolah Ahmad Rofiq; Fitrah Ainul Mawaddah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.452

Abstract

Teori belajar humanistik hadir sebagai upaya memuliakan manusia dengan mengembangkan potensi dirinya secara utuh. Namun, praktik pendidikan saat ini cenderung kehilangan nilai kemanusiaan, yang ditandai dengan maraknya kekerasan, kemerosotan moral, serta orientasi pembelajaran yang lebih menekankan pada hasil ujian daripada kemampuan peserta didik dalam memecahkan persoalan sosial. Kondisi ini berdampak pada rendahnya sikap saling menghargai perbedaan dan meningkatnya konflik di kalangan siswa. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pendidikan humanistik yang melibatkan seluruh elemen pendidikan guna menciptakan sistem yang adil, menghargai hak peserta didik, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur dan analisis deskriptif-tematik. Sumber data diperoleh dari berbagai publikasi akademik, seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan teori humanistik, fenomena dehumanisasi di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik mampu menjadi solusi dalam mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pengembangan potensi diri, serta penanaman nilai moral dan sosial secara holistik. pendekatan humanistik menawarkan paradigma pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang memiliki potensi unik. Implementasi pendekatan ini diwujudkan melalui pembelajaran dialogis, penguatan motivasi intrinsik, serta penggunaan penilaian autentik yang menekankan proses dan perkembangan individu. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator dan teladan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang empatik dan inklusif. Dengan demikian, pendidikan humanistik diharapkan mampu merekonstruksi praktik pendidikan menuju sistem yang lebih adil, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya.
A Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Analisis Literatur dalam Perspektif Digital Humanisme Ahmad Rofiq; Ingtia Juli Wantari; Linda Nur Ainah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.466

Abstract

Perkembangan era Society 5.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan Internet of Things (IoT) menuntut transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI masih cenderung normatif, tekstual, dan berorientasi pada aspek kognitif, sehingga kurang mampu menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme sebagai solusi terhadap tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-tematik melalui analisis berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning mampu mendorong pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam, refleksi kritis, dan keterkaitan dengan kehidupan nyata. Implementasinya dalam PAI diperkuat melalui integrasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Di sisi lain, digital humanisme berperan sebagai kerangka filosofis yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap berorientasi pada nilai-nilai etika, kemanusiaan, dan spiritualitas. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan model pembelajaran yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membentuk karakter religius, kritis, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme merupakan pendekatan yang relevan dan strategis dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Pendekatan ini berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, inovasi kurikulum, serta dukungan kebijakan pendidikan untuk mengoptimalkan implementasinya.
Pendidikan yang memanusiakan : analisis teori humanistik dan realitas dehumanisasi di sekolah Ahmad Rofiq; Fitrah Ainul Mawaddah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.452

Abstract

Teori belajar humanistik hadir sebagai upaya memuliakan manusia dengan mengembangkan potensi dirinya secara utuh. Namun, praktik pendidikan saat ini cenderung kehilangan nilai kemanusiaan, yang ditandai dengan maraknya kekerasan, kemerosotan moral, serta orientasi pembelajaran yang lebih menekankan pada hasil ujian daripada kemampuan peserta didik dalam memecahkan persoalan sosial. Kondisi ini berdampak pada rendahnya sikap saling menghargai perbedaan dan meningkatnya konflik di kalangan siswa. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pendidikan humanistik yang melibatkan seluruh elemen pendidikan guna menciptakan sistem yang adil, menghargai hak peserta didik, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur dan analisis deskriptif-tematik. Sumber data diperoleh dari berbagai publikasi akademik, seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan teori humanistik, fenomena dehumanisasi di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik mampu menjadi solusi dalam mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pengembangan potensi diri, serta penanaman nilai moral dan sosial secara holistik. pendekatan humanistik menawarkan paradigma pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang memiliki potensi unik. Implementasi pendekatan ini diwujudkan melalui pembelajaran dialogis, penguatan motivasi intrinsik, serta penggunaan penilaian autentik yang menekankan proses dan perkembangan individu. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator dan teladan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang empatik dan inklusif. Dengan demikian, pendidikan humanistik diharapkan mampu merekonstruksi praktik pendidikan menuju sistem yang lebih adil, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya.
A Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Analisis Literatur dalam Perspektif Digital Humanisme Ahmad Rofiq; Ingtia Juli Wantari; Linda Nur Ainah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.466

Abstract

Perkembangan era Society 5.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan Internet of Things (IoT) menuntut transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI masih cenderung normatif, tekstual, dan berorientasi pada aspek kognitif, sehingga kurang mampu menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme sebagai solusi terhadap tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-tematik melalui analisis berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning mampu mendorong pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam, refleksi kritis, dan keterkaitan dengan kehidupan nyata. Implementasinya dalam PAI diperkuat melalui integrasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Di sisi lain, digital humanisme berperan sebagai kerangka filosofis yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap berorientasi pada nilai-nilai etika, kemanusiaan, dan spiritualitas. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan model pembelajaran yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membentuk karakter religius, kritis, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme merupakan pendekatan yang relevan dan strategis dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Pendekatan ini berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, inovasi kurikulum, serta dukungan kebijakan pendidikan untuk mengoptimalkan implementasinya.