Teori belajar humanistik hadir sebagai upaya memuliakan manusia dengan mengembangkan potensi dirinya secara utuh. Namun, praktik pendidikan saat ini cenderung kehilangan nilai kemanusiaan, yang ditandai dengan maraknya kekerasan, kemerosotan moral, serta orientasi pembelajaran yang lebih menekankan pada hasil ujian daripada kemampuan peserta didik dalam memecahkan persoalan sosial. Kondisi ini berdampak pada rendahnya sikap saling menghargai perbedaan dan meningkatnya konflik di kalangan siswa. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pendidikan humanistik yang melibatkan seluruh elemen pendidikan guna menciptakan sistem yang adil, menghargai hak peserta didik, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur dan analisis deskriptif-tematik. Sumber data diperoleh dari berbagai publikasi akademik, seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan teori humanistik, fenomena dehumanisasi di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik mampu menjadi solusi dalam mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pengembangan potensi diri, serta penanaman nilai moral dan sosial secara holistik. pendekatan humanistik menawarkan paradigma pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang memiliki potensi unik. Implementasi pendekatan ini diwujudkan melalui pembelajaran dialogis, penguatan motivasi intrinsik, serta penggunaan penilaian autentik yang menekankan proses dan perkembangan individu. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator dan teladan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang empatik dan inklusif. Dengan demikian, pendidikan humanistik diharapkan mampu merekonstruksi praktik pendidikan menuju sistem yang lebih adil, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya.
Copyrights © 2026