Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

A Analisis Kepuasan Pasien Hemodialisis Pada Pelayanan Hemodialisis Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2025 Okta Susrawita; Yuli Hartati; Sri Utari; Fika Minata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.462

Abstract

Pelayanan administrasi memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pelayanan di rumah sakit agar tercipta pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan adil bagi semua pasien. Pelayanan administrasi yang baik akan membantu mempercepat proses pendaftaran, pengelolaan data pasien, serta koordinasi antar unit pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden, ditambah 10 responden sehingga total menjadi 110 pasien hemodialisis. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel serta faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi assurance (jaminan pelayanan) dengan kepuasan pasien hemodialisis (p-value = 0,000). Selain itu, dimensi lain seperti reliability, responsiveness, dan empathy juga memberikan kontribusi terhadap tingkat kepuasan pasien meskipun tidak semuanya signifikan secara statistik. Setelah dilakukan pengendalian variabel, terdapat beberapa variabel independen yang tetap bermakna, salah satunya adalah paritas. Analisis multivariat memperlihatkan bahwa variabel assurance merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien dengan nilai OR sebesar 8,205. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan jaminan pelayanan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, rumah sakit perlu memperbaiki kualitas pelayanan secara menyeluruh, terutama pada dimensi yang dinilai masih kurang baik oleh pasien. Salah satunya adalah fasilitas rumah sakit, misalnya penataan ruang rawat jalan yang dinilai belum rapi, kenyamanan ruang tunggu, serta kebersihan lingkungan pelayanan yang perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
A Analisis Kepuasan Pasien Hemodialisis Pada Pelayanan Hemodialisis Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2025 Okta Susrawita; Yuli Hartati; Sri Utari; Fika Minata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.462

Abstract

Pelayanan administrasi memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pelayanan di rumah sakit agar tercipta pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan adil bagi semua pasien. Pelayanan administrasi yang baik akan membantu mempercepat proses pendaftaran, pengelolaan data pasien, serta koordinasi antar unit pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden, ditambah 10 responden sehingga total menjadi 110 pasien hemodialisis. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel serta faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi assurance (jaminan pelayanan) dengan kepuasan pasien hemodialisis (p-value = 0,000). Selain itu, dimensi lain seperti reliability, responsiveness, dan empathy juga memberikan kontribusi terhadap tingkat kepuasan pasien meskipun tidak semuanya signifikan secara statistik. Setelah dilakukan pengendalian variabel, terdapat beberapa variabel independen yang tetap bermakna, salah satunya adalah paritas. Analisis multivariat memperlihatkan bahwa variabel assurance merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien dengan nilai OR sebesar 8,205. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan jaminan pelayanan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, rumah sakit perlu memperbaiki kualitas pelayanan secara menyeluruh, terutama pada dimensi yang dinilai masih kurang baik oleh pasien. Salah satunya adalah fasilitas rumah sakit, misalnya penataan ruang rawat jalan yang dinilai belum rapi, kenyamanan ruang tunggu, serta kebersihan lingkungan pelayanan yang perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
Analisis Faktor-faktor Kejadian Penyakit Hipertensi di Puskesmas Awal Terusan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2024 : Penelitian Intan Meilita; Maksuk Maksuk; Fika Winata Wathan; Yuli Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7010

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Pengendalian tekanan darah dipengaruhi berbagai faktor sehingga perlu diketahui faktor yang berhubungan dengan terkontrolnya tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengontrolan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Awal Terusan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional ini dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 terhadap 147 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara keikutsertaan program ATM (p=0,039), kepatuhan minum obat (p=0,000), status gizi (p=0,020), aktivitas fisik (p=0,002), riwayat diabetes melitus (p=0,023), riwayat merokok (p=0,026), dan usia (p=0,002) dengan terkontrolnya tekanan darah. Sebaliknya, jenis kelamin (p=0,225) dan riwayat penyakit jantung (p=0,953) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan kepatuhan minum obat sebagai faktor paling dominan dengan OR 5,521. Disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor utama dalam pengontrolan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, penyuluhan, dan pemantauan rutin untuk meningkatkan kepatuhan pasien serta mencegah komplikasi hipertensi.