Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Analisis Literatur dalam Perspektif Digital Humanisme Ahmad Rofiq; Ingtia Juli Wantari; Linda Nur Ainah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.466

Abstract

Perkembangan era Society 5.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan Internet of Things (IoT) menuntut transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI masih cenderung normatif, tekstual, dan berorientasi pada aspek kognitif, sehingga kurang mampu menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme sebagai solusi terhadap tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-tematik melalui analisis berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning mampu mendorong pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam, refleksi kritis, dan keterkaitan dengan kehidupan nyata. Implementasinya dalam PAI diperkuat melalui integrasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Di sisi lain, digital humanisme berperan sebagai kerangka filosofis yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap berorientasi pada nilai-nilai etika, kemanusiaan, dan spiritualitas. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan model pembelajaran yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membentuk karakter religius, kritis, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme merupakan pendekatan yang relevan dan strategis dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Pendekatan ini berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, inovasi kurikulum, serta dukungan kebijakan pendidikan untuk mengoptimalkan implementasinya.
A Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Analisis Literatur dalam Perspektif Digital Humanisme Ahmad Rofiq; Ingtia Juli Wantari; Linda Nur Ainah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.466

Abstract

Perkembangan era Society 5.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan Internet of Things (IoT) menuntut transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI masih cenderung normatif, tekstual, dan berorientasi pada aspek kognitif, sehingga kurang mampu menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme sebagai solusi terhadap tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-tematik melalui analisis berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning mampu mendorong pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam, refleksi kritis, dan keterkaitan dengan kehidupan nyata. Implementasinya dalam PAI diperkuat melalui integrasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Di sisi lain, digital humanisme berperan sebagai kerangka filosofis yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap berorientasi pada nilai-nilai etika, kemanusiaan, dan spiritualitas. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan model pembelajaran yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membentuk karakter religius, kritis, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning dalam perspektif digital humanisme merupakan pendekatan yang relevan dan strategis dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Pendekatan ini berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, inovasi kurikulum, serta dukungan kebijakan pendidikan untuk mengoptimalkan implementasinya.