Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELAXASI OTOT PROGRESIF PADA PASIEN HYPERTENSI DENGAN MASALAH NYERI MELALUI APLIKASI TEORI KEPERAWATAN OREM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG RIMBO LAMA KABUPATEN CURUP TAHUN 2022 Fitriana fitri; Emi Pebriani Emi Pebriani; Meri Meri
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v5i1.104

Abstract

Hipertensi merupakan pemicu berbagai penyakit apabila tidak ditangani dengan baik hipertensi akan mempunyai resiko yang besar karena dapat menimbulkan komplikasi kardiovaskular seperti stroke, jantung koroner, atau gagal ginjal. Pasien hypertensi sering mengeluh nyeri kepala, latihan relaxasi otot progresif bisa menjadi alternatif untuk mengurangi gejala nyeri dengan pendekatan teori keperawatan Orem. Tujuan umum studi kasus ini adalah untuk menerapkan teori keperawatan Dorothea E Orem pada Pasien Hypertensi dengan memberikan latihan relaxasi otot progresif untuk menurunkan rasa nyeri kepala pada pasien dan memberikan rasa nyaman, agar dapat diketahui apakah teori Orem dapat di Aplikasikan pada pasien hypertensi dengan pemberian latihan relaxasi otot progresif. Metode studi kasus ini adalah metode kualitatif dengan strategi penelitian Case study reseach. Jenis studi kasus saat melakukan asuhan keperawatan adalah Case study reseach dengan mengaplikasikan teori model keperawatan Dorithea Orem pada pasien yang menderita Hypertensi. Hasil asuhan keperawatan pada pasien hypertensi menggunakan teori Orem antara lain: Diagnosa dan resep, tahapan ini mencakup pengkajian, analisa, menetapkan diagnosa keperawatan dan menyusun intervensi keperawatan. Diagnosa yang ditetapkan adalah ketidakmampuan pasien dalam mengatasi nyeri kepala dan intoleran aktivitas. Sedangkan intervensi keperawatan yang disusun diarahkan pada bantuan untuk mengurangi nyeri kepala dengan latihan relaxasi otot progresif dengan pendekatan supportive edicative. Teori Orem ini dapat diterapkan dan diaplikasikan dengan baik dalam perawatan berfokus pada kasus hypertensi. Saran untuk pasien dan keluarga agar tetap menjaga kesehatan baik kesehatan fisik, psikologis maupun lingkungan untuk menjaga penularan kearea lain atau personal lain.
HUBUNGAN SIKAP DAN KERJA SAMA TIM PERAWAT DENGAN IMPLEMENTASI SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD M.YUNUS KOTA BENGKULU FITRIANA FITRIANA; SRI AMELIA; CHESI DESVITA; ZAHARA IZDHAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10403

Abstract

Keselamatan pasien adalah jantung dari pelayanan kesehatan. Keselamatan sangat penting untuk penegakan diagnosa, tindakan kesehatan dan perawatan. Rumah sakit dituntut mampu mengimplementasikan sasaran keselamatan pasien untuk meminimalisir insiden keselamatan pasien. Data dari negara Inggris dalam Larasati dkk (2021), insiden mengenai keselamatan pasien menjadi pemicu ribuan orang cedera setiap tahunnya sehingga mengakibatkan 11.000 kematian. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian dalam perawatan kesehatan. Penerapan sasaran keselamatan pasien tentunya di pengaruhi dari beberapa faktor salah satunya sikap dan kerja sama tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan kerja sama tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di RSUD M. Yunus Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat rawat inap di RSUD M. Yunus Kota Bengkulu. Jumlah sampel dalam penelitian ini 79 perawat. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November - Desember. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap perawat dengan implementasi sasaran keselamatan pasien dengan p value 0,000 dan PR = 395 95% Cl = 216 - 721. Serta terdapat hubungan kerja tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien dengan nilai p value 0,003 dan PR = 1,879 95% Cl = 1,228-2,875. Hal ini menandakan bahwa sikap dan kerja sama tim berpengaruh terhadap implementasi sasaran keselamatan pasien. Ada hubungan antara sikap dan kerja tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di RSUD M. Yunus Kota Bengkulu, dengan adanya sikap dan kerja sama tim yang baik tentunya dapat meningkatkan implementasi sasaran keselamatan pasien yang baik di rumah sakit.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Penanganan Pasca Imunisasi Dpt- Hb-Hib Pada Bayi Baduta Diwilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu Tahun 2025 Olpi Merlia; Delta Aprianti; Fitriana Fitriana
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i2.10862

Abstract

DPT-HB-Hib immunization is an important preventive measure in reducing morbidity and mortality in infants under five. However, adverse events following immunization (KIPI) often raise concerns among mothers, especially when knowledge regarding post-immunization care is still limited. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge and post-immunization care for DPT-HB-Hib infants under five in the working area of the Lingkar Timur Community Health Center in Bengkulu City in 2025. The research method used is quantitative with a descriptive analytical design through a cross-sectional approach. Sampling was carried out using a purposive sampling technique on 80 mothers with infants under five. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that most mothers had a good level of knowledge and carried out good post-immunization care. Statistical tests showed a significant relationship between maternal knowledge and post-immunization care for DPT-HB-Hib. This study concluded that the better the mother's knowledge, the more appropriate the post-immunization care they carried out.